Mercinews


BMKG: Gempa Susulan NTB 203 Kali, Kekuatannya Semakin Menurun

8c0a0822 17d9 4645 b4d6 7d83c19f2376 - BMKG: Gempa Susulan NTB 203 Kali, Kekuatannya Semakin Menurun
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Noval-detikcom)

Jakarta, Mercinews.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menggelar telekonferensi video dari Stasiun Geofisika Mataram ke kantor BMKG Pusat. Video teleconference itu untuk mengabarkan perkembangan terkait gempa yang terjadi di Lombok, NTB.

“Sampai menit ini pukul 21.20 WIB telah tercatat 203 gempa susulan. Kami tetap menjaga dilapangan untuk memantau gempa gempa susualn tersebut,” kata Kepala BMKG Dwikorita melalui video conference di kantor BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (29/7/2018).

Ia mengatakan saat ini BMKG masih terus memantau peristiwa gempa itu. BMKG juga mengira sementara ini kejadian gempa itu masih akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan.

Baca juga:  MER-C Cabang Yogyakarta Kirim Ambulans Bantu Operasi Korban Gempa Lombok

“Perlu kami sampaikan bahwa diperkirakan lama keseluruhan gempa-gempa ini akan berlangsung bisa selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Kami akan terus mencatat, memantau, dan menghitung sehingga bisa memprediksi sampai kapan ini. Untuk sampai ini kita perkirakan beberapa hari dan beberapa minggu,” imbuhnya.

Namun demikian, masyarakat tak perlu resah dengan gempa-gempa susulan itu. Kekuatan gempa susulan itu tak akan sebesar gempa yang terjadi tadi pagi. Magnitudo dan frekuensi gempa semakin menurun.

Baca juga:  Gempa 7 SR di NTB, Listrik di Lombok Timur Padam

“Sehingga dengan melihat kecendrungan ini tampak sangat kecil terjadi gempa dengan kekuatan besar dari gempa utamanya,” kata Dwikorita.

Sebelumnya, Gempa 6,4 SR yang berlangsung pagi tadi dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja, Gianyar dan beberapa wilayah di Bali. Berdasarkan informasi terakhir, jumlah korban jiwa mencapai 17 orang.

(detikcom)

loading...

Comments