Batu Bara Tumpah di Pantai Lampuuk, Elemen Sipil Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

Banda Aceh, Mercinews.com – Lembaga elemen sipil jaringan KuALA meminta perusahaan semen yang berada di Lhoknga, Aceh Besar, bertanggung jawab atas tumpahnya batu bara di laut Lampuuk.

Permintaan ini dilatarbelakangi dugaan kepemilikan material batu bara yang diangkut tongkang nahas tersebut merupakan milik perusahaan semen tersebut.

“Kandasnya kapal yang memuat material batu bara ini diduga karena angin dan gelombang besar yang sedang menimpa perairan Aceh. Menurut laporan yang kami dapatkan, kapal ini terseret ombak pada Minggu (29/7/2018) sekitar pukul 07.30 WIB,” ujar Sekjen Jaringan KuALA, Rahmi Fajri, Senin (30/7/2018).

Baca Juga:  BMKG: Waspadai Air Pasang dan Gelombang Tinggi saat Gerhana Bulan Total

Dia mengatakan, pada awalnya kapal yang terdampar tersebut hendak ditarik pada Minggu. Namun, rencanan tersebut gagal dilakukan karena kondisi laut.

Evakuasi tongkang yang terdampar tersebut dilanjutkan pada Senin dengan menggunakan beberapa kapal nelayan. Namun, kapal pengangkut batu bara tersebut terlanjur patah akibat bergesekan dengan terumbu karang.

“Patahan kapal ini menyebabkan material batu bara tersebut tumpah dan mencemari perairan pantai Lampu’uk dan Lhoknga. Saat ini, kondisi perairan Lampuuk tercemar sangat parah, beberapa biota dan ekosistem terumbu karang mati karena limbah dari batu bara tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Masyarakat di Pesisir pantai Susoh Abdya terancam Abrasi

Amatan Jaringan KuALA di lokasi, terdapat beberapa biota kunci eksosistem terumbu karang seperti bintang laut dan ikan karang yang mati di pesisir pantai.

“Hal ini dapat mengindikasikan hancurnya ekosistem terumbu karang, yang rencananya akan dijadikan kawasan konservasi tersebut,” kata Rahmi lagi.

Baca Juga:  Batu Bara Tumpah di Pantai Lampuuk, P2LH Minta Perusahaan Bertanggungjawab

Rahmi mengaku prihatin dengan kondisi tersebut dan meminta pihak terkait agar bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat limbah tersebut.

“Informasi awal yang kami dapatkan bahwa material ini milik perusahaan semen yang berada di seputaran pantai Lhoknga. Kami meminta adanya pertanggung jawaban dari pemilik kapal dan material tersebut untuk melakukan pemulihan dan pembersihan material batu bara yang terdampar,” kata Rahmi.[]

  • 199
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved