Kemarin KPK Periksa Kepala BPKS 9 Jam Terkait Suap DOKA

Banda Aceh, Mercinews.com – KPK memeriksa Kepala BPKS Sayid Fadhil terkait kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018, Senin (30/7/2018). Sayid diperiksa untuk tersangka Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh nonaktif.

Dikonfirmasi beritakini, Sayid mengatakan dia dimintai keterangan selama 9 jam. “Dari siang sampai malam,” katanya, Selasa (31/7/2018).

Sayid mengaku penyidik KPK lebih menitik beratkan pada alokasi anggaran dan pelaksanaan Aceh Marathon.

“Pada prinsipnya, saya menjawab bahwa BPKS masuk dalam supporting system untuk mensukseskan kegiatan itu,” katanya.

Baca Juga:  Penyidik KPK Dalami Aliran Dana Aceh Marathon

Kapasitas support yang diberikan, kata Sayid, adalah dalam hal penyediaan baju, medali dan lain-lain.

“Kita hanya diminta untuk mengalokasikan dana Rp 2,7 miliar untuk itu,” katanya.

Sementara selebihnya, kata Sayid, dia tidak mengetahui apapun. “Itu ranahnya Dispora Aceh sebagai panitia,” katanya.

Sayid mengatakan, penyidik KPK juga menanyakan kepadanya ihwal pos anggaran yang digunakan BPKS untuk menyupport permintaan tersebut.

Sayid mengaku, yang diketahuinya pos anggaran yang digunakan sebelumnya adalah pos anggaran belanja modal.

Baca Juga:  Abdullah Saleh Ajak Pemerintah Aceh Berbenah Usai OTT Irwandi Yusuf

“Yang saya tahu dari pos sebelumnya, itu dipindahkan dari belanja modal. Kita pindahkan ke belanja kegiatan,” katanya.

“Tapi Alhamdulillah karena dana itu belum digunakan, tidak ada konsekuensi apapun tentang itu.”

KPK, kata Sayid, juga menanyakan ihwal proses tender yang sempat berlangsung tersebut.

Sayid mengaju menjelaskan bahwa paket yang dilelang tersebut berisi 5 item pengadaan di antaranya, pengadaan kaos, medali, video, kemudian tayang di tv nasional.

Saat penawaran dibuka, kata Sayid, total ada 59 perusahaan yang berminat. Namun hanya 3 yang memasukan dokumen penawaran. Setelah diteliti, kata dia, ketiganya tidak ada yang memenuhi syarat.

Baca Juga:  KPK, Uang Pengembalian Irwandi Tidak Dapat Diproses Sebagai Laporan Gratifikasi

“Maka batal, dan konsekuensinya seperti apa, apakah diulang atau bagaimana, itu kita kembalikan kepada panitia lagi, bagaimana baiknya lah,” katanya.

Menurut Sayid, setelah mendengar seluruh keterangannya itu, penyidik KPK menyatakan cukup.

“Jadi keterangan dari saya itu dinyatakan cukup, jadi tidak ada pemeriksaan lanjutan,” katanya.[]

  • 29
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved