Mercinews


Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Megawati Yang Tenggelam di Malaysia

20180802 2c4834e4 1eee 4d05 b57c b7e28d6c0649 - Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Megawati Yang Tenggelam di Malaysia
Jenazah Megawati (35) di rumah duka Dusun Titi Baru, Gampong Matang Teupah, Aceh Tamiang

Aceh Tamaing, Mercinews.com – Isak tangis iringi kedatangan jenazah Megawati (35) di rumah duka Dusun Titi Baru, Gampong Matang Teupah, Kecamatan Bendahara, Kabupeten Aceh Tamiang, Kamis (2/8) pukul 07.00 WIB.

Megawati merupakan tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. Dia meninggal karena tenggelam di perairan Malaysia. Kedatangan jenazah Megawati disambut Datok Penghulu atau Keuchik Gampong Matang Teupah, Suherman.

Keluarga yang sudah menunggu langsung menangis ketika jenazah diturunkan dari mobil ambulan yang membawa jenazah dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Tak hanya keluarga, masyarakat setempat yang ikut menunggu kedatangan jenazah Megawati juga tak sanggup menahan air mata.

Jenazah Megawati dibawa pulang ke Aceh atas bantuan dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) perwakilan Aceh dan Dinas Sosial Aceh.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, yang tak bisa mengantar langsung jenazah tersebut meminta Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Aceh, Rohaya Hanum, untuk turun dan menyerahkan langsung jenazah kepada kelurga.

Rohaya Hanum di depan keluarga Megawati mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh ikut belasungkawa atas berpulangnya almarhumah saat hendak mencari rezeki di Malaysia.

Baca juga:  Dinsos Kembali Pulangkan Jenazah TKI asal Jeunieb Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

Megawati berangkat melalui Batam sebelumnya disebut Medan, menumpang sebuah kapal untuk bekerja sebagai TKI di Malaysia. Namun naas, sesampai di perairan Malaysia, kapal tersebut tenggelam pada Sabtu 28 Juli 2018 lalu. Jasadnya baru ditemukan pada 30 Juli bersama enam orang TKI asal Indonesia lainnya.

“Saya mewakili Pemerintah Aceh dan Kepala Dinas Sosial Aceh turut bersedih atas kejadian ini, kita berdoa semoga almarhumah khusnul khatimah,” kata Rohaya Hanum didampingin Kadis Sosial Aceh Tamiang, Misra.

Oya, begitu dia akrab disapa, berpesan kepada seluruh masyarakat Aceh agar melengkapi dokumen resmi dan menggunakan jasa resmi jika ingin berangkat dan bekerja di Malaysia.

Sebab, katanya, dari berbagai kasus pemulangan TKI yang ditangani Dinas Sosial Aceh, banyak menemukan kesulitan hingga harus bolak-balik ke Malaysia untuk mengurus pemulangan.

Dia menyebutkan seperti TKW asal Singkil yang kecelakaan di Malaysia. Karena menggunakan dokumen resmi sehingga semua biaya pemulangannya ditanggung oleh perusahaan tempat almarhumah bekerja dan Pemerintah Aceh pun mudah mengurus pemulangannya.

Baca juga:  Hendak ke Malaysia Secara Ilegal, Megawati Meninggal Dunia Tenggelam

“Tolong Bapak interview sedikit warga bapak agar mengurus surat izin resmi yang sah jika ingin bekerja di luar negeri,” pesan Oya pada Datok Penghulu atau Kepala Desa Matang Teupah, Suherman.
Oya mengungkapkan, saat ini sangat banyak TKI asal Aceh yang bermasalah di Malaysia karena tidak memiliki kelengkapan dokumen resmi.

“Kami tidak bisa melarang warga yang ingin bekerja di luar negeri, tapi kami mengingatkan agar perginya harus resmi,” tambahnya.

Sementara itu, Suherman menyampaikan ribuan terimakasih kepada Pemerintah Aceh yang telah memulangkan jenazah warganya melalui Dinas Sosial Aceh.

“Alhamdulillah kami ucapkan ribuan terimakasih, karena kalau tidak ada Pemerintah Aceh mungkin kami tidak akan sanggup untuk memulangkannya,” kata Suherman.

Menurut Suherman, sebagai Datok Penghulu dirinya mengetahui saat ada warganya yang hendak pergi untuk bekerja di Malaysia, dan saat ini banyak warganya menjadi TKI di Malaysia.

“Karena mereka saat membuat pasport untuk melancong, padahal untuk bekerja dan begitu habis waktu mereka tidak pulang sehingga jadi TKI ilegal,” katanya.

loading...

Comments