Mercinews


Kejaksaan Sita Sejumlah Dokumen Pasca Penggeledahan Kementerian Agama Aceh

IMG 20180802 143428 - Kejaksaan Sita Sejumlah Dokumen Pasca Penggeledahan Kementerian Agama Aceh
Dokumen yang disita menyangkut dengan kasus dugaan korupsi

Banda Aceh, Mercinews.com – Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi  Aceh menyita sejumlah dokumen pasca penggeledahan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh di Jalan Abu Lam U , Banda Aceh, Kamis (2 /8/ 2018)

Dokumen yang disita menyangkut dengan kasus dugaan korupsi perencanaan pembangunan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh pada tahun 2015 dengan nilai kontrak proyek mencapai Rp1,16 miliar dengan pagu anggaran sebesar Rp1,2 miliar.

Asisten Pidana Khusus Kejati Aceh Rahmatsyah mengatakan, penyitaan dokumen-dokumen tersebut untuk melengkapi persyaratan yang dibutuhkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk mengetahui total kerugian negara yang diakibatkan kasus tersebut.

Baca juga:  Dugaan Korupsi Lembu Rp 8,1 Miliar, Jaksa Tahan Kadis DKPP Lhokseumawe

“Penggeledahan hari ini dalam rangka mencari dokumen yang dubutuhkan auditor BPK RI yang dibutuhkan untuk melengkapi syarat audit penghitungan kerugian negara. Ini koordinasi dan supervisi dengan KPK,” ujarnya.

Pantauan mediaaceh.co, penggeledahan dilakukan sejak pukul 10.00 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 13.32 WIB.
Sejumlah ruangan yang digeledah Kejati Aceh yaitu ruang Unit Layanan Pengadaan (ULP), Tata Usaha, Ruang Bendahara, dan Sub Bagian Umum.

Kejati Aceh juga akan melakukan penggeledahan di dua ruangan lainnya, namun hingga saat ini pihak Kejati enggan memberikan statement terkait rencana tersebut.

Baca juga:  Begal Dana Beasiswa Aceh, Nama Oknum Anggota DPRA Disebut Dalam Berita Acara

“Kita lihat dulu tim masih di lapangan. Kabarnya begitu ada 6 ruangan, menurut keterangan dari saksi-saksi ada 6 ruangan yang akan digeledah,” ujar Aspidsus Kejati Aceh, Rahmatsyah.

Dua orang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, yakni Y, pejabat pembuat komitmen dan HS, Direktur Utama PT SN, rekanan pada proyek perencanaan pembangunan Kantor Wilayah Kemenag Aceh.

Diperkirakan akan muncul tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Sabar, sabar ada (tersangka baru),” ujarnya

loading...

Comments