Komsi D DPRK Minta Vaksinasi Rubella di Abdya Dihentikan Sementara

Anggota Komsi D DPRK Abdya, Agusri Samhadi

Blangpidie, Mercinews.com – Anggota Komsi D DPRK Abdya, Agusri Samhadi, meminta agar Pemkab Abdya menghentikan sementara vaksinasi campak rubella atau measles rubella (MR). Permintaan itu merujuk pada surat edaran MPU Nomor B-904/DP-MUI/VII/2018 tanggal 25 Juli tentang vaksin MR.

“Dewan Pimpinan MUI telah mengeluarkan surat edaran itu sejak bulan Juli 2018 kemarin. Seharusnya instansi terkait selaku pelaksana update dengan informasi tersebut,” ujar Agus, Kamis (2/82018).

Apalagi, kata Agus, Pemkab Abdya telah mencanangkan pelaksanaan imunisasi/vaksinasi MR itu kemarin, Rabu (1/8/2018) di MTsN Unggul Kecamatan Susoh.

Baca Juga:  Imunisasi MR Belum Miliki Lebel Halal, MPU Sarankan Minta Pendapat Ulama

“Kami mengimbau, agar program tersebut ditahan dulu pelaksanaanya sampai adanya kesepakatan bersama antara MUI dengan Kementerian Kesehatan RI,” ungkap Agus.

Dalam imunisasi tersebut, sambung Agus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya telah menargetkan data sasaran imunisasi vaksin MR untuk anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun dengan jumlah mencapai 41.228 jiwa.

“Ini bukan jumlah yang sedikit, apalagi pelaksanaannya sudah berjalan sejak kemarin pada sejumlah sekolah dalam Kabupaten Abdya. Maka dari itu kita meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya segera melakukan koordinasi terkait masalah ini. Dan kami juga berharap, Pemkab Abdya segera memerintahkan Dinkes untuk menahan dulu program tersebut,” ujar politisi Golkar itu.

Baca Juga:  Usai Divaksin MR, Bocah asal Pidie Ini Tak Bisa Bergerak

Sementara itu, Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, kepada aceHTrend lewat pesan WhatsApp menyampaikan, dirinya sudah memerintahkan kepada kepada pihak Dinkes Abdya agar menunda sementara pelaksanaan imunisasi vaksin RM sampai ada instruksi dari pemerintah atasan terhadap fatwa MUI.

Baca Juga:  Provinsi Aceh Tunda Imunisasi Measles Rubella

“Saya sudah perintahkan Dinkes untuk menunda dulu pelaksanaanya, sampai ada perintah selanjutnya,” ungkap Wabup.

Walaupun begitu, Wabup menyesalkan sikap MUI yang tidak melakukan pemberitahuan lebih awal kepada sejumlah daerah, salah satunya Kabupaten Abdya.

“Paling tidak surat MUI itu sampai ke tangan kita,” ujar Muslizar.[]

  • 38
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved