Anggaran Belanja Aceh Tahun 2019 Direncanakan Rp15,7 Triliun



Penyerahan KUA PPAS oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah kepada DPR Aceh Senin (6/8/2019)

Banda Aceh, Mercinews.com –Anggaran Belanja Pemerintah Aceh pada tahun 2019 direncanakan sebesar Rp15.781.318.934.079 triliun. Sementara untuk pendapatan Aceh tahun 2019 ditargetkan sebesar Rp14.747.490.562.630,- triliun dan untuk pembiayaan Aceh sebesar Rp1.033.828.371.449,- triliun.

Hal tersebut tertuang dalam dokumen rancangan anggaran Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2019.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam sambutanya menyampaikan dokumen KUA dan PPAS yang telah disusun memuat gambaran kondisi ekonomi makro.

Baca Juga:  Gugat Pergub APBA, DPRA Gandeng Yusril Mahendra

Termasuk perkembangan indikator ekonomi makro daerah, asumsi dasar penyusunan APBA Tahun Anggaran 2019, laju inflasi, pertumbuhan PDRB dan asumsi lainnya terkait dengan kondisi ekonomi daerah, kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah serta kebijakan pembiayaan yang menggambarkan sisi defisit dan surplus anggaran daerah.

Dia menambahkan, KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2019 disusun berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Aceh (RKPA) Tahun Anggaran 2019 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 77 Tahun 2018 tentang Rencana Kerja Pembangunan Aceh Tahun 2019.

Baca Juga:  Tak Hadir Rapat Paripurna, DPRA: Gubernur Aceh Telah Melecehkan Legislatif

“RKPA Tahun 2019 disusun melalui beberapa pendekatan perencanaan, baik secara teknokratis, partisipatif, politis, atas-bawah dan bawah–atas melalui proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan Aceh,” kata Nova Iriansyah usai menyerahkan KUA PPAS di DPR Aceh, Senin (6/8/2019).

Menurutnya, penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2019 dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan Aceh berdasarkan delapan prioritas RKPA yaitu, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan aksesibilitas dan kualitas kesehatan. Lalu mengurangi kesenjangan antarwilayah melalui pengembangan kawasan strategis, peningkatan ketahanan pangan dan energi, penguatan dinul Islam dan peningkatan kualitas pendidikan, serta peningkatan investasi dan nilai tambah hasil pertanian, industri kreatif dan pariwisata, optimalisasi sumberdaya alam berkelanjutan dan penurunan risiko bencana, penataan reformasi birokrasi dan penguatan perdamaian.

Baca Juga:  YARA Desak DPRA Berhentikan Gubernur Aceh

“Delapan program prioritas tersebut juga telah diselaraskan dengan lima belas program unggulan Gubernur dan Wakil
Gubernur Aceh Periode 2017 – 2022,” ujarnya.[]

  • 57
    Shares
Berikan Komentar