4 Pelanggar Syariat Dihukum Cambuk, Satu Non Muslim

ilustrasi Foto

Lhokseumawe, Mercinews.com – Kejaksaan Negeri Lhokseumawe kembali melaksanakan eksekusi cambuk terhadap empat terpidana pelanggar syariat islam di Lapangan Stadion Tunas Bangsa Kota Lhokseumawe, Selasa (7/8/2018).

Proses pelaksanaan uqubat cambuk ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu, dengan menghadirkan empat terpidana, dua laki-laki dan dua orang wanita paruh baya, satu diantara diantaranya wanita tersebut adalah non muslim, namun meminta untuk diproses secara hukum syariat islam.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, M Irsyadi. mengatakan, dari empat terpidana ini, satu diantaranya non muslim bernama Dippos Boru Nainggolan wanita berusia 56 tahun “, Dia memilih untuk dihukum cambuk daripada dihukum pidana penjara, dan kepadanya yang dihukum dengan Uqubat Ta’zir cambuk sebayak 20 kali di muka umum”, Kata Irsyadi.

Baca Juga:  Pasangan Sesama Jenis Dicambuk di Terengganu Malaysia

Selain itu, lanjutnya, tiga terpidana lain yaitu, Jailani alias Joy Bin H.M.Nur terlibat jarimah pelecehan seksual terhadap anak Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 30 kali di muka umum.

Kemudian Bahrum M alias Wak Baang terlibat jarimah pelecehan seksual terhadap anak Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 25 kali di muka umum dan Asiyah melakukan jarimah menyimpan dan menjual khamar dengan hukuman cambuk 25 kali di muka umum,” ungkapnya.

Baca Juga:  Larang Pasangan Non Muhrim ke Pulau Seumadu, Warga Batuphat Timur Gelar Razia

Selanjutnya, Aisyah binti Abduk Gani perbuatan jarimah menyimpan dan menjual khamar dihukum dengan uqubat Ta,zir cambuk sebanyak 25 kali.

Dikabarkan sebelumnya, DI (56) nenek non-muslim yang ditangkap karena menjual minuman keras di Gampong Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, memilih dihukum sesuai dengan qanun syariat islam atau hukuman cambuk di muka umum.

“Walaupun saya beragama nasrani, tetapi saya memilih lebih baik dicambuk saja sesuai dengan syariat Islam,” kata DI saat ditanyai wartawan.

Baca Juga:  Wagub Aceh: Keberadaan Mahkamah Syar'iah Perkuat Penegakan Hukum Islam di Aceh

DI menambahkan, dalam sehari dirinya mampu menjual hingga lima botol minuman keras. Dengan harga sekitaran Rp 90 ribu per botol. Sementara untuk pembeli sendiri rata-rata sudah berusia dewasa, dirinya memesan minuman itu melalui ekpedisi atau jaringan telelpon dan dikirim ke Lhokseumawe.

Sekali pesan dua lusin, dan habis terjual dalam jangka waktu dua minggu,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan eksekusi, para terpidana kembali dimasukkan kedalam mobik tahanan Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, guna dilakukan pemeriksaan kesehatan.[]

  • 118
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved