Mercinews

Amerika

AS Dilaporkan Coba Hapus Status Pengungsi Palestina

as dilaporkan coba hapus status pengungsi palestina NxB - AS Dilaporkan Coba Hapus Status Pengungsi Palestina
Laporan majalah yang berbasis di Washington DC didasarkan pada bocoran email dari menantu sekaligus penasihat Presiden AS, Donald Trump, yakni Jared Kushner. Foto/Reuters

Washington, Mercinews.com – Majalah Foreign Policy melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang berusaha untuk membongkar badan PBB yang bertanggung jawab untuk menyediakan layanan bagi warga Palestina yang terlantar, dan menanggalkan status pengungsi mereka.

Laporan majalah yang berbasis di Washington DC didasarkan pada bocoran email dari menantu sekaligus penasihat Presiden AS, Donald Trump, yakni Jared Kushner. Di mana dalam email tersebut, Kushner menyatakan penting untuk mengusik kinerja UNRWA, badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina.

Baca juga:  Bom yang Tewaskan 40 Anak di Yaman Ternyata Disuplai AS

“Penting untuk memiliki upaya jujur dan tulus untuk mengganggu UNRWA,” tulis Kushner, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (7/8).

Menurut laporan majalah Foreign Policy email, tertanggal 11 Januari tersebut dikirim ke beberapa pejabat administrasi senior Trump, termasuk utusan perdamaian Timur Tengah Trump, Jason Greenblatt.

“Badan ini melanggengkan status quo, korup, tidak efisien dan tidak membantu perdamaian,” sambung Kushner, seperti ditulis majalah Foreign Policy.

Majalah itu mengatakan, inisiatif tersebut telah menghasilkan setidaknya dua RUU di Kongres yang berusaha untuk mengesampingkan UNRWA dan menelanjangi status pengungsi warga Palestina, baik yang mengungsi secara internal atau di seluruh wilayah status pengungsi mereka.

Baca juga:  Masa Tenggang 90 Hari Habis, AS Berlakukan Lagi Sanksi Iran

Kushner, menurut majalah itu juga, juga mendesak Yordania menghapus status pengungsi Palestina yang tinggal di negara tersebut. Desakan itu disampaikan Kushner saat dia berkunjung ke Amman pada bulan Juni sebagai bagian dari upaya untuk menghentikan operasi UNRWA di sana.

(SINDOnews)

loading...

Comments
To Top