Kejari Banda Aceh Eksekusi Terpidana Korupsi Damkar senilai Rp 17,5 M

Foto/Eksekusi Syahrial terpidana korupsi Damkar

Banda Aceh, Meecinews.com – Kejaksaan Negeri Banda Aceh melakukan eksekusi salah satu terpidana korupsi pengadaan pemadam kebakaran (Damkar) modern senilai Rp 17,5 milliar, Selasa (7/8).

Syahrizal selaku Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh dieksekusi untuk menjalani putusan Mahkamah Agung (MA).

Kepala seksi tindak pidana khusus (Kasipidsus) Kejari Banda Aceh, Iskandar mengatakan terpidana Syahrizal divonis oleh Mahkamah Agung 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan.

Baca Juga:  Kajari: Kita Sudah Kantongi 2 Calon Tersangka, Terkait Proyek Tebing Krueng Samalanga

“Dalam amar putusan, hakim menghukum terpidana 5 tahun penjara dan denda,” katanya.

Iskandar juga menyebutkan, sejak putusan MA di terima, pihak kejaksaan telah mencari keberadaan terpidana. Namun, yang bersangkutan tidak berada di tempat kerjanya di DPKA.

“Kita lacak keberadaannya sejak kemarin, terpidana kita temukan di Gampong Baro di dalam mobilnya,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Iskandar, terpidana telah menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Namun, masa tahanannya sudah berakhir.

Baca Juga:  Kejaksaan Sita Sejumlah Dokumen Pasca Penggeledahan Kementerian Agama Aceh

“Masa tahanannya telah berakhir. Jadi sejak ada putusan MA, maka kita lakukan eksekusi terpidana,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus korupsi Damkar modern tidak hanya menjerat Syahrizal. Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen (KPA/PPK) di Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA) Siti Maryami, Komisaris Utama, Direktur PT Dazhen Karya Perdana, Ratziarti Yusri dan Dheni Okta Pribadi juga terlibat dalam kasus tersebut.

Baca Juga:  MaTA: Dari 29 Anggota DPRA, 9 Terlibat Begal Dana Beasiswa 2017

Sebelumnya terpidana Syahrizal di vonis 7 tahun di Pengadilan Negeri Banda Aceh, namun ditingkat banding yang bersangkutan di vonis satu tahun kurungan dan pada kasasi hukuman diperberat menjadi 5 tahun kurungan badan.

“Kami masih menunggu putusan MA untuk melaksanakan eksekusi terhadap dua terpidana lainnya yakni Ratziarti dan Dheni Okta Pribadi. Sementara Siti Maryami sedang menjalani masa tahanan di Rutan perempian di Lhoknga,” ungkapnya.

  • 209
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved