Tuding Panitia PKA 7 Tidak Profesional, Seniman Reggae Aceh Tolak Tampil

Muhammad Ramadhan Ar-Rasuly (Made in Made) (Ist)

Banda Aceh, Mercinews.com – Seniman reggae Aceh Muhammad Ramadhan Al-Rasuly mengaku menolak tampil pada event Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII, karena dia menilai panitia tidak profesional dan tidak transparan. Sejatinya ia dan group seni musik modern dan tradisional Melayu, Aceh and Reggae (Made In Made) akan manggung pada Rabu (8/8/2018 pukul 21.30 WIB di panggung utama Blang Padang, Banda Aceh.

Menurut lelaki yang akrab disapa Made itu, sebagai pelaku seni yang sudah manggung di berbagai event musik kelas dunia, dia dan timnya diperlakukan tidak wajar oleh panitia PKA.

“Sampai saat ini urusannya masih tanpa surat, tanpa undangan dan tanpa perjanjian kontrak kerja, jelas terkesan tidak profesional. Sementara event ini tergolong Event yang sangat bergengsi yang diadakan empat tahun sekali bahkan dengan anggaran 72 miliar rupiah,” sebut Made dalam rilisnya yang diterima aceHTrend, Selasa malam (7/8/2018)

Baca Juga:  Anjungan Aceh Selatan Menarik Perhatian Pengunjung

Padahal, tambah Made, tawaran manggung di PKA VII sudah disampaikan sejak bulan Juli oleh pegawai UPTD Taman Seni Budaya Aceh. Karena tawaran tersebut, Made yang sedang melanglang buana mengikuti event reggae internasional dan nasional, memilih pulang kampung, demi memeriahkan hajatan budaya empat tahunan itu.

“Tawaran ini telah diajukan salah seorang atau salah satu pihak dari instansi pemerintah urusan seni budaya Aceh yaitu UPTD Taman Seni Budaya Aceh Via telepon selular sedari bulan Juli yang lalu, di saat saya berada di Jakarta dan akhirnya kemarin di awal bulan Agustus saya harus kembali ke Aceh,” kata Made, seperti yang ditulis dalam siaran persnya.

Baca Juga:  Air Pasang Laut Mulai Genangi Lapak Pedagang di Arena PKA 7

Hal lainnya, yang membuat Made urung tampil adalah besaran nominal honor yang akan diterima pihaknya, setara dengan bayaran untuk talent, itupun baru akan diberikan pada September.

“Sebelumnya tidak pernah terfikir oleh saya untuk merilis berita ini. Akan tetapi dikarenakan ada juga sebagian dari teman-teman artis,seniman,musisi yang mengeluh pada saya. Terlebih lagi permasalahan teknis di lapangan, katanya kualitas sound system yang tidak standar dan sangat mengecewakan pihak seniman,” kata Made.

Baca Juga:  PLN Aceh Siapkan 100 Personel Untuk Sukseskan Pekan Kebudayaan Aceh VII

Made mengaku kecewa, Pemerintah Aceh khususnya dinas terkait seolah-olah tidak menghargai seniman. Perlakuan mereka yang sesuka hati terhadap para pelaku seni, membuat ia pun harus mengambil sikap. “Seharusnya mereka dapat menjaga hubungan dengan baik kepada kami selaku pihak pekerja seni, bukan sebaliknya yang terkesan kami harus berharap mendapat job dari pihak panitia event,” kata Made yang sudah berkesenian sejak Aceh masih dilanda konflik.

aceHTrend

  • 187
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved