Penyidik Kejati Aceh Tahan Direktur PT Supernova Hendra Saputra,



Banda Aceh, Mercinews.com – Penyidik Kejati Aceh menahan Direktur Utama PT Supernova, Hendra Saputra, tersangka korupsi proyek perencanaan pembangunan gedung Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Kamis (9/8/2018) sore.

“Tersangka dinyatakan sehat setelah diperiksa kesehatan,” kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Aceh, Munawal.

Penahanan ini dilakukan setelah Tim Penyidik Kejati Aceh menemukan bukti-bukti yang menguatkan dugaan korupsi itu.

Sebagian bukti itu ditemukan dalam penggeledehan yang dilakukan di kantor PT Supernova beberapa hari lalu.

Baca Juga:  5 Anggota DPRA Diduga Terlibat Begal Bantuan Beasiswa BPSDM 2017

“Iya, ada dokumen yang memperkuat saat penggeledahan (beberapa waktu lalu),” kata Munawal.

Baca: Kejati Aceh Temukan Indikasi Korupsi di Pematangan Lahan Badan Litbang Kemenag Aceh

Temuan dokumen ini pula yang membuat tim penyidik memutuskan untuk menahan tersangka HS. “Agar ada progres kasus,” ujar Munawal lagi.

HS merupakan satu dari dua tersangka yang ditahan. Sementara satu tersangka lainnya masih dalam penyidikan perkara.

Baca Juga:  Terlibat Korupsi, Ketua PDIP Lhokseumawe Ditangkap di Apartemen Kalibata Jakarta

“Satu dulu, karena bukti menguat saat penggeledahan kemarin,” kata Munawal.

Sebelumnya diberitakan, tim penyidik Kejati Aceh menggeledah kantor Kemenag Aceh pada Jumat (3/8/2018) lalu.

Dalam penggeledahan tersebut, tim menemukan sejumlah dokumen yang memperkuat dugaan korupsi perencanaan pembangunan Kanwil Kemenag Aceh tahun 2015.

Selain menggeledah kantor Kemenag Aceh, tim Kejati juga turut memeriksa kantor PT Supernova di kawasan Lampriek, Banda Aceh.

Dalam penggeledehan itu, tim penyidik menemukan sejumlah dokumen yang dibakar di belakang kantor PT Supernova.

Baca Juga:  Kajari: Kita Sudah Kantongi 2 Calon Tersangka, Terkait Proyek Tebing Krueng Samalanga

Penelusuran kasus ini pada awalnya sempat ditangani pihak Kejari Banda Aceh. Namun, pada akhir 2017, kasus ini dilimpahkan ke Kejati Aceh karena disebut-sebut mendapat perhatian publik.

Selanjutnya, kasus dugaan korupsi gedung Kemenag Aceh ini menjadi satu dari tiga kasus yang disupervisi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aceh pada 2018.

Beritakini.co

  • 42
    Shares
Berikan Komentar