Panitia Dianggap Curang, Aceh Jaya Baikot Lomba Perahu Dayung

Terlihat perahu Banda Aceh yang memasuki jalur lintasan perahu Aceh Jaya dan menabraknya. Foto: Suar ajnn

Banda Aceh, Mercinews.com – Perahu Dayung merupakan salah satu jenis perlombaan tradisional masyarakat Aceh yang turut diperlombakan di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke 7 yang berlangsung di Krueng Lamnyong, Banda Aceh, Senin (13/8).

Kabupaten Aceh Jaya merupakan salah satu dari 18 kabupaten/kota yang mengikuti lomba Perahu Dayung. Bahkan peserta dari Aceh Jaya berhasil lolos dari heat pertama setelah mampu meraih menit tercepat dibandingkan yang lain.

Pendamping peserta Perahu Dayung dari Aceh Jaya menjelaskan di heat pertama yang diikuti oleh lima kabupaten kota, Aceh Jaya mampu menempuh garis finis dalam menit ke 1.39,47 detik, seterusnya Bener Meriah di menit ke 1.40,04 detik.

Baca Juga:  Kitab Kuno Aceh Abad 18 Bahas Tentang Waktu Gempa NTB dan Tsunami Aceh

Sementara di heat kedua, Aceh Jaya gagal meraih finis setelah dihalang oleh perahu dayung Banda Aceh, yang tiba-tiba saja masuk dalam jalur perahu dayung Aceh Jaya.

Dalam tehnikal meeting pada tanggal 6 Agustus lalu, kata Arief, panitia lomba sudah berjanji akan menyiapkan garis lintasan setiap jalur perahu, namun nyatanya tidak ada garis lintasan tersebut.

Selanjutnya, di technical meeting terakhir tadi sesaat sebelum pertandingan berlansung, tim juri sudah membuat komitmen dan menyatakan setiap perahu yang menabrak perahu lain atau memasuki lintasan perahu yang lain akan di diskualifikasi. Namun di lapangan komitmen itu diabaikan oleh pihak dewan juri.

Baca Juga:  Tarif Lapak di Kawasan PKA 7 Dinilai Mahal, Pedagang Mengeluh

Pasalnya, pada saat pertandingan berlangsung, kurang lebih 20 meter mencapai garis finis, perahu peserta dari Banda Aceh menabrak perahu peserta Aceh Jaya.

“Perahu Banda Aceh masuk dalam jalur kami, ini kan jelas pelanggaran sesuai kesepakatan dewan juri pada saat technical meeting,” kata Teuku Arif dengan nada kesel.

Baca Juga:  Ada Meriam Portugis di Anjungan Aceh Timur

Akibat insiden itu, kata Arief, peserta dari Aceh Jaya memutuskan untuk baikot dan tidak melanjutkan pertandingannya setelah pihak dewan juri mengatakan kejadian itu bukan merupakan salah satu kesalahan.

“Padahal dewan juri sudah mengakui jika perahu Banda Aceh benar memasuki jalur lintasan perahu Aceh Jaya, dan menabraknya, tapi mereka masih mengangaap itu bukan suatu kesalahan, dan ini jelas-jelas dewan juri tidak profesional,” tegas Teuku Arif.

  • 174
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved