Polisi Militer Kembali Tangkap 27 Ton BBM Ilegal, Diduga Terlibat Oknum TNI

Denpom Iskandar Muda /1 Lhokseumawe memperlihatkan barang bukti BBM ilegal, Rabu (15/8/2018).

Lhokseumawe, Mercinews.com – Dentasemen Polisi Militer (Denpom) Iskandar Muda /1 Lhokseumawe kembali menangkap sebuah truk berisikan delapan drum bensin dan satu unit mobil tangki pembawa bahan bakar minyak (BBM) berisikan 18 ton minyak mentah. Total jumlah BBM ilegal yang ditangkap di dua lokasi berbeda itu sekitar 27 ton.

Komandan Dentasemen Polisi Militer IM/1 Lhokseumawe, Letkol Cpm Suharto mengatakan, penangkapan truk berisikan delapan drum bensin tersebut dilakukan di kawasan Jalan Elak, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diduga ada keterlibatan seorang oknum TNI dari satuan Koramil 0102/Pidie berinisial S.

Baca Juga:  Angkut Minyak Mentah Ilegal, 5 Pria di Aceh Timur di Tangkap Polisi

“Isi dari truk tersebut delapan drum bensin, minyak tersebut direncanakakan akan di bawa ke Siglie dari Peurlak Aceh Timur. Untuk oknum terlibat tersebut sudah kita laporkan ke jajaran di Pidie dan akan kita proses dan di tahan di Madenpom Lhokseumawe,” katanya kepada awak media, Rabu (15/8/2018).

Tambahnya, tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB, hasil pengembangan dari penangkapan delapan drum minyak tersebut. Pihaknya kembali menerima informasi kalau ada satu unit mobil tangki membawa 18 ton minyak mentah ilegal. Disini juga diduga adanya keterlibatan oknum Brimob.

Baca Juga:  Angkut Minyak Mentah Ilegal, 5 Pria di Aceh Timur di Tangkap Polisi

“Mobil tangki ini disopiri oleh AR dan seorang kernent berinisial SY ditangkap di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Dua, sementara pemilik minyak mentah ilegal itu berinisial U sudah kita panggil untuk dilakukan pemeriksaan, namun hingga detik ini tak kunjung hadir,” ungkapnya.

Sambungnya, sementara tindakan dari Polisi Militer, setiap ada oknum TNI yang terlibat dalam kasus ilegal tersebut akan tetap diproses, sementara jika mereka dari sipil maka akan diserahkan ke Mapolres Lhokseumawe untuk proses lanjutan lebih lanjut.

Sementara AR sopir mobil tangki pembawa minyak mentah itu mengaku, pihaknya diupah sebesar Rp 2.5 juta untuk mengantar mobil berisikan menyak mentah itu ke Medan, meskipun sopir dan kernet tersebut mengaku tidak kenal dengan pemilik mobil dan pemilik minyak mentah ilegal itu karena belum bertemu langsung.

Baca Juga:  Angkut Minyak Mentah Ilegal, 5 Pria di Aceh Timur di Tangkap Polisi

“Kita hanya berkomunikasi dengan telepon, dan kita ambil minyak ini di Dewantara diisi menggunakan pipa, lalu diperintahkan untuk di antar ke Medan, sampai disana ada yang tunggu. Upah Rp 2.5 juta itu sudah termasuk uang minyak dan uang makan serta gaji dan kemudian kami bagi dua,” ungkapnya.

  • 223
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved