Tari Seudati Aceh Warnai Pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno

Tarian Saman saat pembukaan Asian Games 2018 di SUGBK, Jakarta, Sabtu, (18/8/2018)

Jakarta, Mercinews.com – Tari Seudati Aceh atau Tari Ratoh Jaroe, menjadi pembuka dalam perhelatan Opening Ceremony Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (18/8/2018) seusai Presiden Jokowi sampai di lokasi dan menyalami para tamu.

Diperagakan oleh ribuan penari, Tari Ratoh Jaroe dari Provinsi Aceh yang dimainkan menandakan semangat dan gairah yang ingin dibawa dalam perhelatan akbar Asian Games 2018.

Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Baca juga:  19 Pintu Tol akan Ditutup Selama Asian Games

Tarian ini juga termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari Perang dan Tari Ratoh Jaroe, yang syairnya selalu membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk bangkit dan melawan penjajahan.

Oleh sebab itu tarian ini sempat dilarang pada zaman penjajahan Belanda, tetapi sekarang tarian ini diperbolehkan kembali dan menjadi Kesenian Nasional Indonesia.

Bukan Tarian Saman, Tapi Tari Ratoh Jaroe

Kalau Tari Saman  atau yang juga dikenal Saman bukanlah sebuah tarian, tetapi suatu ritus upacara agama dan dilaksanakan sambil duduk. Dikutip dari sebuah tulisan berjudul “The Atlantic Monthly” pada Juni 1956, disebutkan bahwa tarian ini menggambarkan hidup dan semangat.

Baca juga:  Tari Ratoh Jaroe di Pembukaan Asian Games 2018 jadi Trending di YouTube

Biasanya dimainkan oleh 8 -10 pemuda meski kata aslinya berarti delapan. Gerakan diringi dengan nyanyian seorang pemuda sedangkan yang lain mengadakan formasi liku-liku rupa lompat kedepan, samping, dan belakang, sejalan dengan irama nyanyian dan deripan bunyi ibu jari tengah serta pukulan dada mereka dengan telapak tangan mereka

Baca juga:  Ini Rincian Medali Indonesia Selama Asian Games

Tari ini persinya berasal dari Aceh Pidie. Awalnya dikembangkan di desa Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, yang dipimpin oleh Syeh Tam. Kemudian berkembang ke desa Didoh, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie yang dipimpin oleh Syeh Ali Didoh.

Salah satu ciri tarian Seudati merupakan tarian yang dapat dipertandingkan. Pertandingan tersebut merupakan faktor pendorong bagi kampung-kampung untuk menghidupkan kesenian ini di tempat asalnya

  • 1.1K
    Shares

Berikan Komentar

Berikan Komentar Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Ikuti Facebook

Copyright © 2019 Mercinews.com. All Rights Reserved