Begini Kronologi Penangkapan Genk Setan Botak Peureulak

Dua orang Genk Setan Botak Peureulak yang tangakap

Banda Aceh, Mercinews.com – Polisi berhasil mengamankan enam orang yang diduga pelaku pembunuhan oknum polisi Brigadir Faisal, Minggu 26 Agustus 2018 di Aceh Utara. Penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam pasca kejadian di kawasan tambak ikan milik warga di Madat, Aceh Timur.

Sekira pukul 17.00 WIB kemarin, tim gabungan dari Polda Aceh, Polres Aceh Utara dan Polres Aceh Timur menerima informasi tentang enam orang lelaki yang tidak diketahui keluar dari area pertambakan warga di Madat, Aceh Timur.

Kabid Humas Polda Aceh, Misbahul Munauwar mengatakan, polisi berhasil membekuk tiga tersangka sore itu, sementara tiga lainnya melarikan diri. Pengejaran kembali dilanjutkan pada malam hari, dan seluruh pelaku berhasil dibekuk.

Baca Juga:  Seorang Wanita Ditemukan Meninggal Dunia di Julok Aceh Timur

Namun salah seorang pelaku melakukan perlawanan saat akan diamankan dan mencoba melempar granat manggis ke arah polisi. Pelaku dihadiahi timah panas hingga tewas.

“Saat akan ditangkap, tersangka ZK berusaha melawan dengan akan melempar granat ke arah petugas sehingga terpaksa dilakukan tindakan represif penembakan dan tersangka ZK tewas di tempat. Dari ZK diamankan senjata revolver milik Almarhum Bripka Anumerta Faisal,” ujarnya.

Polisi mengamankan granat manggis dan revolver milik korban yang dirampas oleh pelaku. Sementara senjata api AK-56 dan amunisi milik korban masih dalam pencarian.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku merupakan anggota kelompok perompak di perairan Aceh yang dikenal dengan “Setan Botak Peureulak”.

Misbah menambahkan, kelompok kriminal bersenjata ini memiliki sandi huruf “R” di lambung kapal atau boat yang mereka tumpangi, yang mana diketahui sandi tersebut sudah dihapus namun masih berbekas pasca pembunuhan yang dilakukan terhadap Bripka Anumerta Faisal dini hari kemarin.

Baca Juga:  Ibu di Penjaringan Jakarta Utara Tewas Ditusuk, Anaknya Luka Berat

“Menurut informasi yang didapat bahwa kelompok ini sudah tidak terpantau di wilayah Aceh Timur selama seminggu ini dan dari hasil olah TKP dinyatakan mengarah kepada kelompok ini berdasarkan seluruh data dan informasi yang ditemukan di lapangan,” ujar Misbah.

Keenam pelaku kriminal bersenjata itu yakni SM (28), BH (36) dan SR (43) yang merupakan warga Aceh Timur, sementara 3 lainnya, MA (18) warga Langsa, FS (42) warga Aceh Utara serta ZK (33) warga Aceh Timur yang tewas dalam penangkapan ini karena melawan petugas.

Baca Juga:  M. Faizal dibunuh Temannya Sendiri, Diduga Karena Masalah Asmara

Atas kejadian tersebut Kapolri telah memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta setingkat lebih tinggi kepada almarhum yang gugur dalam melaksanakan tugas Kepolisian dari pangkat Brigadir menjadi Brigadir Kepala sesuai Surat Telegram Kapolri Nomor : STR/597/VIII/2018 tanggal 26 Agustus 2018. Almarhum meninggalkan istri tercinta dalam keadaan hamil.

Sebelumnya diberitakan, anggota Reskrim Polres Aceh Utara, Brigadir Faisal alias Birong tewas akibat ditusuk di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu (26/8/2018) dini hari. Birong terkena tusukan senjata tajam di bagian mata, bahu dan perut. Penusukan diduga dilakukan oleh kelompok yang akan memasukkan narkoba ke kawasan Aceh melalui pantai Bantayan menggunakan kapal nelayan.

  • 666
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved