Begini Kondisi Nek Ramlah Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk

Nek Ramlah terbaring di dalam gubuknya. @Fazil/portalsatu

RAMLAH terbujur kaku di gubuknya, Lorong Pilok, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Nenek 80 tahun itu hidup sebatang kara sejak suaminya meninggal dunia empat tahun lalu.

Gubuk Nek Ramlah berdinding kayu dan anyaman bambu yang sudah lapuk. Gubuk itu berjarak sekitar 25 meter dari bibir laut Kampung Jawa Lama. Sebagian atap gubuk terbuat dari daun rumbia, sisanya seng berkarat.

Dalam gubuk itu, Nek Ramlah terbaring di bawah atap seng agar ia tidak basah saat hujan. Sedangkan atap daun rumbia sebagian sudah bocor.

Baca Juga:  Makanan Yang Berpengaruh Terhadap Nilai Garis Kemiskinan di Aceh

Nek Ramlah yang kondisinya tampak ringkih selama ini diurus oleh sanak keluarga di Kampung Jawa Lama. “Beliau (Nek Ramlah) sudah empat tahun tinggal di rumah ini. Beliau tidak memiliki anak kandung. Selama ini kita (keluarga) yang mengurus kebutuhan sehari-harinya. Beliau tidak terlantar karena kita mendampinginya, apalagi kondisi kesehatannya sudah tidak memungkinkan lagi untuk beraktivitas, hanya terbaring di tempat tidur,” ujar Ramli (47), keponakan Nek Ramlah kepada portalsatu, Rabu, 29 Agustus 2018, siang.

Menurut Ramli, gubuk itu dibangun masyarakat setempat di atas tanah milik Nek Ramlah. Masyarakat setempat juga membantu kebutuhan sehari-hari Nek Ramlah sesuai kemampuan, seperti memberi sedekah dan lauk pauk untuk makan. “Walaupun tinggal di rumah yang lapuk seperti ini, kita tetap peduli dengan kondisi beliau,” ujarnya.

Baca Juga:  Rumah Peduli Salurkan Zakat untuk Keluarga Miskin di Jeunieb

Dia menyebutkan, Nek Ramlah tidak ingin tinggal satu rumah bersama keluarga lainnya. Pihak keluarga beberapa kali membujuknya untuk bisa tinggal bersama. “Tapi beliau ingin tetap menempati rumah seorang diri. Kita memenuhi keinginan beliau sehingga sampai saat ini ia menempati rumah kecil ini di tanah sendiri, hanya berukuran pas bangunan rumah, 3×5 meter,” ujar Ramli yang merupakan nelayan.

Baca Juga:  Rumah Peduli Salurkan Zakat untuk Keluarga Miskin di Jeunieb

Ramli berharap pemerintah maupun kaum dermawan membantu rumah layak huni untuk Nek Ramlah. “Semoga dapat dibangun rumah atau minimal direhab walaupun dengan konstruksi kayu sehingga layak huni untuk beliau,” katanya.

Solusi lainnya, Ramli berharap Nek Ramlah bisa diterima di Panti Jompo seperti Panti Sosial di Bireuen. “Kalau sudah di sana dari segi kondisi kesehatannya pun dapat terurus dengan baik,” ujar Ramli.[]

Editor: portalsatu

  • 226
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved