Sidang Praperadilan Irwandi Yusuf Digelar 10 September Mendatang

surat panggilan sidang

Banda Aceh, Mercinews.com – Sidang praperadilan terkait sah atau tidaknya penangkapan dan penahanan terhadap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dijadwalkan akan digelar Senin 10 September mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jadwal sidang tersebut diketahui berdasarkan surat pemanggilan sidang nomor 97/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel yang ditujukan kepada kuasa pemohon praperadilan yakni Safaruddin, SH dan kawan kawan yang semuanya merupakan advokat pada Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) selaku Yuni Eko Hariatnas sebagai pemohon prapradilan.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendaftarkan permohonan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (15/8). Pendaftaran ini atas permintaan Yuni Eko Hariatna sebagai Kepala Perwakilan YARA Kota Banda Aceh yang juga Wakil Ketua DPW PNA Kota Banda Aceh.

Baca Juga:  KPK Siap Hadapi Praperadilan Wakil Ketua PNA Banda Aceh

Ketua YARA Aceh, Safaruddin mengatakan Yuni Eko Hariatna memberikan kuasa khusus kepada Tim Advokasi YARA untuk mengajukan praperadilan terkait sah atau tidaknya penangkapan dan penahaman terhadap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.

“Permohonan didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan registrasi perkara nomor 97/Pid.pra/2018/PN.Jak.Sel,” kata Safaruddin dalam keterangannya.

Baca Juga:  Silaturrahmi dengan Lemhanas, Nova: Kami Rindu Pak Irwandi Yusuf

Menurut Safaruddin, penangkapan dan penahanan terhadap Irwandi tidak sah karena tidak didasari dengan fakta-fakta hukum yang ada, seperti tidak adanya barang bukti dalam proses penangkapan Irwandi di Meuligoe Gubernur Aceh, dan saat ditangkap juga tidak saat Irwandi melakukan transaksi korupsi, melainkan uang yang diduga hasil korupsi didapatkan dari pihak lain yang dipakai untuk keperluan kegiatan promosi pembangunan Aceh yaitu kegiatan Aceh Marathon.

Baca Juga:  Wajah Cantik Steffy Burase Mejeng di Baliho Kantor Dispora Aceh

“Penangkapan Irwandi tidak ditemukan barang bukti sebagaimana di katakan bahwa penangkapan tersebut merupakan operasi tangkap tangan, uang yang saat ini disebut sejumlah Rp 500 juta itu diambil dari pihak lain yang akan digunakan untuk kepentingan promosi Aceh melalui kegiatan Aceh Marathon,” tuturnya.

Safar berpendapat bahwa terhadap definisi tertangkap tangan adalah jika tertangkapnya seseorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, segera atau sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan.[]

  • 137
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved