Mercinews


Pemkab Bireuen Larang Pria dan Wanita non Muhrim Duduk Satu Meja

IMG 20180904 194850 - Pemkab Bireuen Larang Pria dan Wanita non Muhrim Duduk Satu Meja
ilustrasi/foto

Bireuen, Mercinews.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen mengeluarkan peraturan atau standarisasi warung kopi, cafe dan restoran seseuai syariat Islam. Dalam aturan tersebut, terdapat dua poin yang mengatur tentang pria dan wanita saat berada di tempat yang dimaksud.

Peraturan tentang standarisasi warung kopi, cafe dan restoran yang dikeluarkan tersebut ditandatangani langsung Bupati Bireuen Saifannur, tertanggal 30 Agustus 2018.

Dalam himbauan itu, terdapat 14 poin yang mengatur tentang standarisasi warung sesuai dengan syariat Islam, namun dua poin diantaranya menjadi perbincangan publik karena dianggap tidak relevan dengan konsep bermasyarakat.

Baca juga:  Empat terpidana pelanggar syariat di Nagan Raya dihukum 399 kali cambuk

Seperti yang terdapat pada poin 5, dimana pemilik warung diimbau agar tidak melayani perempuan diatas pukul 21.00 WIB kecuali bersama mahramnya. “Dilarang melayani pelanggan wanita di atas pukul 21.00 WIB kecuali bersama mahramnya” demikian isi lengkap poin 5 yang dimaksu.

Baca juga:  DPRD Banten: Aceh Berhasil Terapkan Syari’at dan Kembangkan Pariwisata Islami

Kemudian poin lainnya yang menjadi polimik adalah melarang laki-laki dan perempuan yang non-muhrim berada satu meja. “Haram hukumnya laki-laki dan perempuan makan dan minum satu meja kecuali dengan mahramnya” bunyi pon 13.

Berikut isi:

 

IMG 20180904 WA0007 762x1024 - Pemkab Bireuen Larang Pria dan Wanita non Muhrim Duduk Satu Meja

lengkap tentang standarisasi warung kopi, cafe dan restoran seseuai dengan syariat Islam yang dikeluarkan oleh Pemkab Bireuen,

loading...

Comments