Pemkab Bireuen Larang Pria dan Wanita non Muhrim Duduk Satu Meja

ilustrasi/foto

Bireuen, Mercinews.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen mengeluarkan peraturan atau standarisasi warung kopi, cafe dan restoran seseuai syariat Islam. Dalam aturan tersebut, terdapat dua poin yang mengatur tentang pria dan wanita saat berada di tempat yang dimaksud.

Peraturan tentang standarisasi warung kopi, cafe dan restoran yang dikeluarkan tersebut ditandatangani langsung Bupati Bireuen Saifannur, tertanggal 30 Agustus 2018.

Baca Juga:  Puluhan Warga Terjaring Razia Polisi Syariat di depan Masjid Raya

Dalam himbauan itu, terdapat 14 poin yang mengatur tentang standarisasi warung sesuai dengan syariat Islam, namun dua poin diantaranya menjadi perbincangan publik karena dianggap tidak relevan dengan konsep bermasyarakat.

Seperti yang terdapat pada poin 5, dimana pemilik warung diimbau agar tidak melayani perempuan diatas pukul 21.00 WIB kecuali bersama mahramnya. “Dilarang melayani pelanggan wanita di atas pukul 21.00 WIB kecuali bersama mahramnya” demikian isi lengkap poin 5 yang dimaksu.

Baca Juga:  Ketua DPRA Dukung Imbauan Bupati Bireuen Soal larangan Duduk Semeja di warung

Kemudian poin lainnya yang menjadi polimik adalah melarang laki-laki dan perempuan yang non-muhrim berada satu meja. “Haram hukumnya laki-laki dan perempuan makan dan minum satu meja kecuali dengan mahramnya” bunyi pon 13.

Baca Juga:  Pemkab Bireuen Akan Segera Bayar THR PNS Sebesar Rp 33,8 Milyar

Berikut isi:

 

lengkap tentang standarisasi warung kopi, cafe dan restoran seseuai dengan syariat Islam yang dikeluarkan oleh Pemkab Bireuen,

  • 543
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved