Rambo: Saya tak Melanggar Hukum, Usut Pria Bersebu

Banda Aceh, Mercinews.com – Rambo kemudian dibawa ke Polsek Kuala, Kabupaten Nagan Raya. Di sana, Rambo ditanya perihal video yang dibuatnya. Anggota polisi tersebut meminta Rambo mengklarifikasi ucapannya dan mendesak Rambo meminta maaf melalui rekaman video.

Video yang dibuat Rambo merupakan respons dari video yang dibuat oleh ‘Manusia Bertopeng’ yang viral sebelumnya. Dalam video, ‘Manusia Bertopeng’ yang mengatasnamakan pasukan Gerilayawan Aceh itu menolak aksi deklarasi #2019GantiPresiden yang rencananya akan digelar di Aceh, 1 September 2018.

“Saya hargai hukum dan saya tinggalkan kepentingan pribadi. Saya utamakan kepentingan untuk umum supaya tidak terjadi sesuatu apapun. Sampai di kantor polisi, saya diminta untuk mengklarifikasi masalah video itu. Intinya, saya diminta untuk meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh,” kata Rambo.

Baca Juga:  Polisi Tegaskan Tak Ada Sweeping Kaus #2019GantiPresiden di CFD

Anda lakukan itu? “Tidak, saya kembali bertanya pada polisi. Loh Pak, kok saya minta maaf? Apakah video saya itu masuk dalam pelanggaran hukum,” jelas Rambo. Saat itu sebut Rambo, polisi mengaku tidak ada unsur melanggar hukum, hanya saja gara-gara video Bang Rambo, situasi dan stabilitas keamanan di Aceh memanas,” ucap Rambo, meniru kata polisi tadi.

Singkat cerita, setelah konsep permintaan maaf yang dibuat polisi dia baca dan tidak sesuai dengan yang dia mau, maka Rambo menolak permintaan maaf tadi. “Setelah konsep yang dibuat polisi selesai dan saya baca. Ternyata tidak sesuai dengan hati saya seluruhnya. Setahu saya, kalau minta maaf berarti saya bersalah. Kalau saya ngak bersalah kok minta maaf? Itu yang saya tolak,” tegas Rambo.

Baca Juga:  Sempat Dikepung di Surabaya, Ahmad Dhani Kembali ke Jakarta

Selanjutnya, Rambo pun bertanya kepada polisi; kenapa pria bertopeng (sebu) yang melanggar hukum itu ndak diperiksa atau dimintai keterangan? Saat itu polisi menjawab; kami belum tahu keberadaannya, jawab polisi tersebut.

Lalu, polisi tadi juga meminta pendapat tambahan dari Rambo. “Saat itu saya katakan; saya meminta kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya rakyat Aceh, jangan melakukan penghadangan ataupun penolakan deklarasi dari mana pun. Baik yang pro Jokowi maupun Prabowo. Dijawab polisi, kalau itu namanya himbauan. Nah, kalau himbauan bukan wewenang Bang Rambo. Itu wewenang kepolisian. Kalau ngak bisa saya pun ngak bersedia. Kalau ngak bersedia ya terserah,” tegas Rambo.

Baca Juga:  Warga Aceh Timur Dihebohkan dengan Penangkapan Seekor Makluk Jenglot

Akhirnya, malam itu juga dia meninggalkan kantor polisi. “Saya engkol kereta (sepeda motor) dan pulang ke rumah. Itulah yang sebenarnya terjadi. Tidak saya tambah dan kurangi,” ujar Rambo.***

Penulis Muhammad Shaleh

Sumber: Modusaceh

  • 714
    Shares

Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Ikuti Facebook

Copyright © 2019 Mercinews.com. All Rights Reserved