Mercinews


Kepala dinas Syariat Islam Bireuen, Itu Hanya Imbauan Saja

IMG 20180905 153008 - Kepala dinas Syariat Islam Bireuen, Itu Hanya Imbauan Saja
Kepala dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen Jufliwan,

Bireuen, Mercinews.com – Sejumlah pengusaha warung kopi di Bireuen, memprotes tiga point dari sejumlah point yang diterbitkan oleh Pemkab Bireuen tentang pengaturan standarisasi warung kopi, cafe dan restauran, yang ditandatangani oleh Bupati Bireuen H. Saifannur, S.Sos, 30 Agustus 2018.

Keluhan pedagang yaitu, pertama, pada poin kelima berbunyi: Pramusaji wanita tidak dibenarkan bekerja di atas pukul 21.00 WIB. Kedua, pada poin tujuh berbunyi: Dilarang melayani pelanggan wanita di atas pukul 21.00 WIB kecuali bersama mahramnya. Ketiga, pada poin 13 yang berbunyi: Haram hukumnya laki-laki dan perempuan makan dan minum satu meja kecuali dengan mahramnya.

1536134798319 - Kepala dinas Syariat Islam Bireuen, Itu Hanya Imbauan Saja

Selebaran yang diterbitkan oleh Pemkab Bireuen, menurut sejumlah pedagang akan tidak bisa diikuti oleh mereka secara penuh, karena Bireuen sebagai kota transit tak mungkin membuka dan menutup warung pada pukul 06.00-24.00 WIB. Juga tidak mungkin melarang konsumen perempuan yang tidak didampingi mahram untuk belanja makanan dan minuman.

Baca juga:  DPRD Banten: Aceh Berhasil Terapkan Syari’at dan Kembangkan Pariwisata Islami

“Seperti di Matangglumpangdua, Geurugok, Kota Bireuen dan sejumlah warung kampung yang hidup dari kunjungan pelintas yang singgah untuk membeli makanan di malam hari di atas pukul 00.00 WIB. Itu tempat yang berdenyut 24 jam, bahkan hanya tutup sementara pada pukul 05.00 WIB. Kemudian pukul 08.00 WIB sudah beraktivitas kembali,” ujar beberapa pedagang secara terpisah. Mereka menolak menyebut nama karena rentan diperkusi oleh pihak-pihak yang akan menumpang tenar.

Para pedagang sepakat bila Bireuen menerapkan Syariat Islam, karena itu amanah Undang-undang dan bentuk keistimewaan Aceh, tapi mereka meminta bupati dan perangkatnya untuk bijak membuat peraturan, walau sejatinya tidak berimplikasi hukum.

Baca juga:  Pemkab Bireuen Akan Segera Bayar THR PNS Sebesar Rp 33,8 Milyar

“Kebajikan harus ditegakkan dengan cara-cara bijak, kalau tak bijak kesannya nanti hanya pencitraan dan itu merugikan daerah, ekonomi Bireuen ikut bertumpu pada sektor kuliner, denyutannya sangat terasa,” ujar seorang pedagang warung nasi dan sate.

Menanggapi sejumlah keluhan tersebut, Kepala dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen Jufliwan, Rabu (5/9/2018) mengatakan selebaran yang diterbitkan itu merupakan imbauan yang bertujuan baik demi menegakkan Syariat Islam. Dalam pelaksanaan bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.

“Sifatnya imbauan dari Pemerintah Bireuen, tujuannya untuk kebaikan. Hanya perlu disesuaikan saja,” ujar Jufliwan, yang mengaku sedang sakit dan bera di rumah.

Dia pun mengapresiasi kritik yang ditujukan atas terbitnya imbauan tersebut, ia sekali lagi menegaskan bahwa 14 point yanh diterbitkan oleh Pemkab Bireuen, bertujuan untuk kebaikan, kata Kepala dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.