Kepala dinas Syariat Islam Bireuen, Itu Hanya Imbauan Saja

Kepala dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen Jufliwan,

Bireuen, Mercinews.com – Sejumlah pengusaha warung kopi di Bireuen, memprotes tiga point dari sejumlah point yang diterbitkan oleh Pemkab Bireuen tentang pengaturan standarisasi warung kopi, cafe dan restauran, yang ditandatangani oleh Bupati Bireuen H. Saifannur, S.Sos, 30 Agustus 2018.

Keluhan pedagang yaitu, pertama, pada poin kelima berbunyi: Pramusaji wanita tidak dibenarkan bekerja di atas pukul 21.00 WIB. Kedua, pada poin tujuh berbunyi: Dilarang melayani pelanggan wanita di atas pukul 21.00 WIB kecuali bersama mahramnya. Ketiga, pada poin 13 yang berbunyi: Haram hukumnya laki-laki dan perempuan makan dan minum satu meja kecuali dengan mahramnya.

Baca Juga:  Digerebek Mesum, Manager Hotel Rumoh PMI Banda Aceh Dimandikan Comberan

Selebaran yang diterbitkan oleh Pemkab Bireuen, menurut sejumlah pedagang akan tidak bisa diikuti oleh mereka secara penuh, karena Bireuen sebagai kota transit tak mungkin membuka dan menutup warung pada pukul 06.00-24.00 WIB. Juga tidak mungkin melarang konsumen perempuan yang tidak didampingi mahram untuk belanja makanan dan minuman.

“Seperti di Matangglumpangdua, Geurugok, Kota Bireuen dan sejumlah warung kampung yang hidup dari kunjungan pelintas yang singgah untuk membeli makanan di malam hari di atas pukul 00.00 WIB. Itu tempat yang berdenyut 24 jam, bahkan hanya tutup sementara pada pukul 05.00 WIB. Kemudian pukul 08.00 WIB sudah beraktivitas kembali,” ujar beberapa pedagang secara terpisah. Mereka menolak menyebut nama karena rentan diperkusi oleh pihak-pihak yang akan menumpang tenar.

Baca Juga:  Ketua DPRA Dukung Imbauan Bupati Bireuen Soal larangan Duduk Semeja di warung

Para pedagang sepakat bila Bireuen menerapkan Syariat Islam, karena itu amanah Undang-undang dan bentuk keistimewaan Aceh, tapi mereka meminta bupati dan perangkatnya untuk bijak membuat peraturan, walau sejatinya tidak berimplikasi hukum.

“Kebajikan harus ditegakkan dengan cara-cara bijak, kalau tak bijak kesannya nanti hanya pencitraan dan itu merugikan daerah, ekonomi Bireuen ikut bertumpu pada sektor kuliner, denyutannya sangat terasa,” ujar seorang pedagang warung nasi dan sate.

Baca Juga:  Pemkab Bireuen Akan Segera Bayar THR PNS Sebesar Rp 33,8 Milyar

Menanggapi sejumlah keluhan tersebut, Kepala dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen Jufliwan, Rabu (5/9/2018) mengatakan selebaran yang diterbitkan itu merupakan imbauan yang bertujuan baik demi menegakkan Syariat Islam. Dalam pelaksanaan bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.

“Sifatnya imbauan dari Pemerintah Bireuen, tujuannya untuk kebaikan. Hanya perlu disesuaikan saja,” ujar Jufliwan, yang mengaku sedang sakit dan bera di rumah.

Dia pun mengapresiasi kritik yang ditujukan atas terbitnya imbauan tersebut, ia sekali lagi menegaskan bahwa 14 point yanh diterbitkan oleh Pemkab Bireuen, bertujuan untuk kebaikan, kata Kepala dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen.

 

  • 120
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved