Wahyu Saputra Nilai Rp 9,8 Miliar Kecil untuk Menjamu Pemuda Indonesia

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Aceh Wahyu Saputra

Banda Aceh, Mercinews.com – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Wahyu Saputra kembali angkat bicara terkait anggaran Rp 9,8 miliar untuk pelaksanaan Kongres KNPI di Aceh. Menurutnya angka tersebut kecil untuk menjamu pemuda Se-Indonesia.

Wahyu mengatakan Kongres KNPI di Aceh nantinya akan berlangsung selama lima hari dengan dihadiri oleh 15 ribu pemuda dari seluruh Indonesia.

Wahyu mengkalkulasikan secara ekonomi jika satu orang pemuda yang hadir membelanjakan uang sebesar Rp 2 juta saja (bisa lebih), maka akan ada perputaran uang di Kota Banda Aceh sebanyak Rp 30 miliar, dimana usaha kuliner bergairah, perhotelan akan terisi penuh, transportasi maju, barang-barang souvenir dan kerajinan Aceh akan ramai dibeli oleh pemuda Indonesia.

Baca Juga:  KNPI Ajak Semua Elemen Hormati Proses Hukum Terhadap Kasus Irwandi Yusuf

“Jadi sangat kecil dibandingkan anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Aceh untuk menjamu pemuda Indonesia,” tulis Wahyu Saputra dilaman akun facebooknya, Kamis (6/9).

Wahyu menyebutkan, tak hanya efek ekonomi, citra keamanan Aceh juga akan membaik, membantu Aceh sebagai daerah yang layak menjadi tujuan wisata dan tentu saja sepulang mereka (peserta kongres) dari Aceh, mereka akan merekomendasikan Aceh kepada pemuda atau pemudi lainnya.

Baca Juga:  Bertemu Kubu Wahyu, Kadispora Sepakat Cairkan Dana Kongres KNPI Rp 9,8 M

“Pemuda yang hadir ke Aceh adalah pemuda-pemuda pilihan dari seluruh Indonesia, mereka berasal dari berbagai profesi, ada Wakil Gubernur, Bupati/ Wali Kota, anggota DPRD Provinsi maupun Kabupaten, pengusaha, akedemisi, birokrat, dan lain-lain,” tutur Wahyu.

Dirinya juga menyampaikan, perjuangan KNPI Aceh untuk menjadi sebagai tuan rumah saat Kongres XIV di Papua juga sangat berat, dimana harus menyisihkan daerah lain yang juga menginginkan derahnya menjadi tuan rumah.

“Jadi kapan lagi kita mendapatkan kesempatan seperti ini,” katanya.

Selain itu, Wahyu juga menuliskan bahwa anggaran untuk kongres tersebut tidak dikelola oleh KNPI, tetapi melekat pada Dispora Aceh, dan anggaran itu dalam bentuk program, kemudian KNPI sendiri hanya menerima barang dan jasanya saja.

Baca Juga:  Ketua FPMPA: Anggaran Kongres KNPI Capai Rp 9,8 M, Tak Masuk Akal

“Semua pengadaan barang dan jasa dilakukan oleh Dispora Aceh,” tulisnya.

Dalam penjelasanya terkait anggaran kongres tersebut, Wahyu juga mengajak semuanya untuk menyukseskan Kongres Pemuda Indonesia ke XV di Kota Banda Aceh yang akan digelar pada 28 Oktober 2018 nanti.

“Peumulia Jamee Adat Geutanyoe,” tutup Wahyu Saputra.[]

  • 46
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved