China Kuasai Pasar Laptop Impor di Indonesia

Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, Mercinews.com – Impor laptop di Indonesia sepanjang Semester I-2018 mencapai US$ 550,15 juta (Rp 8,19 triliun) atau naik 27,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor terbesar berasal dari China yang mencapai US$ 546,83 juta. Dengan nilai sebesar itu, negara lain hanya terkesan menjadi pelengkap saja di pasar Indonesia.

Baca Juga:  Sri Mulyani Ingin Dana Haji Rp 90 Triliun Masuk ke Surat Utang

Berikut asal negara laptop impor di Indonesia:

1. China (sebesar US$ 546,83 juta)
2. Jepang (US$ 1,17 juta)
3. Taiwan (US$ 670.676)
4. Singapura (US$ 191.880)
5. Filipina (US$ 21.818)
6. Amerika Serikat (US$ 231.710).
7. Lainnya (1,03 juta)

Seperti diketahui, Indonesia menaikkan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 terhadap impor laptop dari sebelumnya 7,5% menjadi 10%.

Baca Juga:  Pemerintah akan Beri THR untuk Pegawai Honorer

Saat konferensi pers pada Rabu (5/9/2018), Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kelompok barang konsumsi impor yang PPh Pasal 22 dinaikkan hingga 10% adalah barang langsung dikonsumsi konsumen. “Produk akhir yang langsung dikonsumsi masyarakat kita naikkan jadi 10%,” katanya.

Baca Juga:  Dituding Mau Jual Bali untuk Bayar Utang, Sri Mulyani: Fitnah Besar

Kebijakan menaikkan PPh 22 terhadap laptop ini tidak lain merupakan upaya pemerintah menahan atau menghambat laju impor guna menekan defisit neraca perdagangan.

Seperti diketahui, tingginya defisit neraca perdagangan membuat lebar jurang defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) sehingga berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah.

Sumber: CNBC Indonesia

  • 14
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved