Di Sail Moyo Tambora, Kemendes Datangkan Barista Perempuan asal Aceh

Sumbawa – Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) ikut bagian dalam gelaran Sail Moyo Tambora 2018 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di ajang tersebut Kemendes PDTT memperkenalkan produk unggulan yang berasal dari Aceh.

Dikatakan oleh Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Samsul Widodo, pihaknya mendatangkan barista perempuan untuk meracik kopi dan teh tarik. Sajian kopi tersebut sempat dicicipi Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan yang juga hadir dalam acara tersebut.

“Dengan menghadirkan barista perempuan asal Lhokseumawe, Aceh, bernama Novita Riantika ini, Ditjen PDT bertujuan memperkenalkan salah satu produk unggul asal Aceh, yakni Kopi dan Teh Tarik Aceh,” kata Samsul Widodo dalam keterangan tertulis, Senin (10/9/2018).

Baca Juga:  Delegasi Aceh Tengah Ikut Coffee Show di Vietnam

“Selain memiliki cita rasa yang gurih dan tidak pahit, aroma kopi dan teh tersebut harum menenangkan,” sambung dia.

Selain Luhut, beberapa pejabat lain yang hadir antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Zainul Majdi. Mereka berkeliling Expo Maritim dan mampir ke booth Kemendes PDTT.

Selain kopi, Samsul juga memperkenalkan model pertanian cerdas kepada Luhut yang diberi nama Smart Farming 4.0. Ini merupakan model pertanian berbasis teknologi sensor tanah, sensor cuaca, dan agri drone sprayer.

Ia mengatakan dengan adanya model pertanian ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan terciptanya informasi dan teknologi pada sistem pengelolaan pertanian untuk mengidentifikasi, menganalisa, serta mengelola informasi keragaman spasial dan temporal di dalam lahan untuk mendapatkan keuntungan optimum, berkelanjutan, dan menjaga lingkungan.

Baca Juga:  Delegasi Aceh Tengah Ikut Coffee Show di Vietnam

Kementerian Desa PDTT melalui Ditjen PDT akan mengimplementasikan Smart Farming 4.0 di daerah tertinggal khususnya pada sektor pertanian dalam rangka percepatan pembangunan Daerah Tertinggal. Penerapan model tersebut bekerja sama dengan PTT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa.

Untuk mengangkat produk budaya lokal, Samsul juga mengatakan pihaknya menggandeng Merdi Sihombing, yakni salah satu fashion designer di Indonesia. Mereka mengadakan Eco Fashion for Sustainable Develeopment-Driving Circular Eonomy with Fashion for Earth di Sail Moyo Tambora 2018 dengan mengusung konsep ‘Live-in Designer within Live-in Training & Community Development’.

Baca Juga:  Delegasi Aceh Tengah Ikut Coffee Show di Vietnam

Dalam gelaran tersebut Merdi Sihombing akan mengembangkan eco fashion dari daerah tertinggal, khususnya kain tenun ikat dan tenun songket.

Selain itu, Ditjen PDT juga bekerja sama dengan PT Aruna Jaya Nuswantara untuk turut dalam pameran tersebut dalam memperkenalkan metode baru dalam mengembangkan potensi hasil laut Indonesia. PT. Aruna sendiri perusahaan digital teknologi di sektor kelautan dan perikanan.

Expo Maritim diselenggarakan oleh Kemendes PDTT yang dilaksanakan di Pelabuhan Badas, Sumbawa. Sementara Sail Moyo Tambora 2018 merupakan lanjutan dari kegiatan sail Indonesia yang telah dilakukan setiap tahun. (idr/idr)

Sumber: detikcom

  • 83
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved