Mercinews


Bareng Perusahaan Korsel, PT WIKA Garap PLTA Rp 5,3 T di Aceh

10621b0c 435e 4ac5 b6da ccb860d40d70 169 - Bareng Perusahaan Korsel, PT WIKA Garap PLTA Rp 5,3 T di Aceh
Foto: Dok. Wijaya Karya

Jakarta, Mercinews.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama Hyundai Engineering & Construction Co., LTD (HDCE) dan Korea South-East Power Corporation (KOEN) menyepakati kerja sama investasi pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Peusangan 4 120 MW (Peaker) di Aceh. Kesepakatan ini diambil pada Indonesia – Korea Business and Investment Forum 2018 di Seoul, Korea Selatan, Senin (10/9/2018).

Kesepakatan tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Direktur WIKA Novel Arsyad, Senior Vice President HDCE Oh-hyuk Kwon dan Executive Vice President KOEN Hak-bin Kim dan turut disaksikan oleh Menteri Perdagangan, Perindustrian dan Energi Korea Ungyu Park, Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong bersama Ketua KADIN Korea Yongman Park dan Ketua KADIN Indonesia Rosan Roeslani.

Direktur WIKA Novel Arsyad mengatakan bahwa setelah penandatanganan kontrak kerja sama tersebut, para pihak bersepakat untuk mengakuisisi PT Ingako Energy sebagai perusahaan yang telah mendapatkan izin prinsip dan izin lokasi untuk pengembangan PLTA Peusangan 4. Porsi kepemilikian WIKA pada PT Ingako Energy sendiri ditargetkan sebesar 25%, sementara itu, 30% saham akan dimiliki oleh HDCE, 25% dimiliki oleh KOEN dan 20% sisanya menjadi milik IGIS Asset Management.

Baca juga:  Serap 70 Persen Pekerja Lokal, Meureubo Energi Bangun PLTA di Aceh Barat

Keputusan untuk mengakuisisi PT Ingako Energy telah melalui feasibility study yang dilakukan WIKA. Masuknya WIKA sebagai investor dalam pengembangan PLTA 4 Peusangan ini merupakan salah satu strategi WIKA yang tertuang dalam roadmap perseroan 2018-2023.

“Kami yakin Ingako akan mampu memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh PLN yang akan menyerap tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLTA 4 Peusangan. Dengan demikian penandatanganan kerjasama ini akan memberikan manfaat bagi WIKA dan investor lainnya,” jelas Novel dalam keterangannya, Selasa (11/9/2018).

Posisi WIKA semakin strategis sejalan dengan perannya sebagai investor, kontraktor dan pada proses operasi dan pemeliharaan PLTA 4 Peusangan. Selaku kontraktor, WIKA akan bekerja sama dengan HDCE untuk mengembangkan PLTA 4 Peusangan untuk lingkup pekerjaan engineering, procurement and construction (EPC) selama 60 bulan dengan nilai kontrak mencapai US$ 361 juta atau Rp 5,3 triliun (kurs Rp 14.800).

“Hyundai (HDCE) sudah lebih dulu melakukan kegiatan konstruksi pada PLTA Peusangan 1 dan 2. Mereka kuat dari segi pengalaman dan finansial. WIKA akan memanfaatkan kesempatan ini untuk _transfer knowledge_ agar bisa menambah kompetensi kita di bidang pembangunan pembangkit listrik” ujar Novel.

Baca juga:  Bangkai Kapal Perang Rusia 113 tahun lalu, Ditemukan Bawa Emas Rp 1.604 T

Setelah konstruksi selesai dilaksanakan, WIKA bekerja sama dengan KOEN untuk operasi dan maintanance selama 30 tahun. Dengan beroperasinya PLTA 4 Peusangan, diharapkan dapat memberikan recurring income dan meningkatkan keuntungan perseroan.

PLTA Peusangan 4 terletak di bagian tengah pegunungan atau di arah barat Danau Laut Tawar, berdekatan dengan Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah. PLTA Peusangan 4 merupakan salah satu proyek yang terdaftar dalam program percepatan proyek (prioritas) PLN dan juga masuk dalam daftar Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2018-2027 dari yang semula berkekuatan 83 MW (RUPTL 2017-2026) mengalami peningkatan menjadi 120 MW (Peaker)

Beroperasinya PLTA Peusangan nanti diharapkan dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan sumber tenaga listrik dan meningkatkan stabilitas beban puncak listrik pada sistem kelistrikan Aceh-Sumatera Utara.

Investasi pada PLTA 4 Peusangan akan menambah portofolio Perseroan di bidang investasi pada sektor ketenagalistrikan. Saat ini, investasi WIKA pada sektor ketenagalistrikan telah diisi oleh PLTD Bali 50MW, PLTG Borang 60MW, PLTMG Rengat 20MW, dan PLTMG Rawa Minyak 25MW.

Sumber:detikcom

loading...

Comments