Rumahnya Diduga Digunakan untuk Mesum, Polisi di Banda Aceh ini Terancam Diusir dari Desa

Banda Aceh – Ini bisa menjadi peringatan bagi siapa saja untuk tidak sembarangan meminjamkan atau menitipkan rumah kepada seseorang.

Karena bisa saja nasib apes akan menghampiri, seperti dialami oleh seorang anggota polisi di jajaran Polda Aceh yang juga warga Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.

Ia terancam diusir dari desa tersebut lantaran rumahnya diduga digunakan sebagai tempat melanggar syariat oleh rekan seprofesi berinisial ER, bersama seorang mahasiswi berinisial MN.

ER dan MN digerebek oleh warga saat sedang berduaan pada Sabtu (8/9/2018), sekira pukul 11.30 WIB.

Baca Juga:  DPRD Banten: Aceh Berhasil Terapkan Syari’at dan Kembangkan Pariwisata Islami

“Masyarakat ingin menjatuhkan sanksi adat, dan minta pemilik rumah tidak boleh lagi tinggal di gampong ini,” kata Geuchik Lamseupeung, M Royani saat dikonfirmasi Beritakini, Selasa (11/9/2018).

Karena peristiwa semacam itu baru pertama terjadi di desa itu, kata dia, saat ini perangkat gampong sedang mempertimbangkan sanksi untuk pemilik rumah.

“Karena ini rumah orang tuanya, kita harus musyawarah dulu. Kalau diusir pemilik rumah juga tidak mungkin, tapi kita akan memberi sanksi kepada anaknya karena meminjamkan rumah untuk kawannya,” kata M Royani.

Baca Juga:  Ketua DPRA Dukung Imbauan Bupati Bireuen Soal larangan Duduk Semeja di warung

“Ini akan kita musyawarahkan dengan perangkat gampong. Kebetulan tuha peut sedang di luar daerah dan kita tunggu mereka pulang dulu.”

Royani menceritakan, oknum polisi dan pasangan nonmuhrim itu ditangkap oleh warga dan pemuda saat sedang berduaan di dalam rumah. Sementara pemilik rumah diketahui sedang berada di luar kota.

“Pemilik rumahnya sedang di Sabang dan dia menitipkan kunci ke temannya yang sama-sama polisi. Mungkin karena pemilik rumah sedang tidak ada, temannya ini memamfaatkan situasi,” kata Royani.

Baca Juga:  Ambulans RSUD Simeulue Bergoyang, Satpol PP Tangkap Napi Bersama Wanita

Usai digerebek, kata dia, kedua pasangan ini kemudian dibawa ke kantor desa setempat.

“Karena polisi, masyarakat melaporkan ke Polsek Lueng Bata,” terangnya.

Informasi penggerebekan terhadap oknum polisi dengan mahasiswi itu sempat viral media sosial.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto dikonfirmasi wartawan membenarkan penggerebekan tersebut.

Trisno mengatakan, kasusnya saat itu langsung ditangani Provos Polda Aceh.

“Ya, langsung ke Provos Polda saja. Mereka yang tangani,” kata Kapolresta.

 

Sumber:Beritakini.co

  • 258
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved