Mercinews


Ismail Pria Indramayu Ditawan di Papua, Jumpa Kekasih di Aceh

005929800 1536811686 IMG 20180912 WA0033 - Ismail Pria Indramayu Ditawan di Papua, Jumpa Kekasih di Aceh

Mojokerto, Mercinews.com – Ismail (48), warga Desa Cangko RT 7 RK II, Blok Desa/Kecamatan Banggodua, Indramayu, Jawa Barat, sudah 28 tahun berkeliling Indonesia menggunakan sepeda angin miliknya. Berbagai pengalaman suka dan duka ia dapat selama berkeliling Indonesia.

Ismail dan sepeda anginnya sudah singgah di 298 kabupaten/kota di Indonesia. Keinginannya berkeliling Indonesia itu muncul sejak ia duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar.

“Saya ingin menaklukkan Nusantara dengan sepeda. Saya mulai keliling Indonesia menggunakan sepeda sejak umur 20, tepatnya tanggal 20 Juli 1989. Mulai dari Bali, ke wilayah timur,” tuturnya saat berkunjung di Mojokerto, Rabu, 12 September 2018.

Setiap ia singgah ke daerah, ia selalu meminta bukti fisik ke pemda maupun tokoh di daerah tersebut. Kini, tercatat 3,9 juta tanda tangan yang tergores dalam 154 buku miliknya. Buku yang sudah penuh dengan tanda tangan akan ia kirim ke rumahnya yang berada di Indramayu.

Baca juga:  Vindy Lee: Bireuen Berani Pedas, Ya!

Ismail menjelaskan, banyak cerita dan kesan di setiap kabupaten/kota yang disinggahi. Mulai dari ia pernah ditawan saat di Papua, terjebak situasi konflik di Sampit, hingga berjumpa dengan calon istrinya di Aceh.

“Saya pernah ditawan di Papua selama dua hari karena menabrak seekor babi dan menyebabkan kaki babi itu terluka. Saya juga pernah kesasar dan pulang cukup lama, seperti pada tahun 2002 terjadi konflik di Sampit. Saat itu, saya pulang setengah tahun menunggu suasana kondusif,” katanya.

Baca juga:  PKK Aceh Sosialisasikan Bahaya Pornografi dan TBC di SMA 1 Darul Imarah

Saat pulang, ia meninggalkan sepedanya di Sampit. Setelah dinyatakan kondusif, ia kembali melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Barat (Kalbar) dan Sumatera. Dari sekian banyak Kabupaten/Kota yang telah disinggahi, kota yang paling lama disinggahi adalah Yogyakarta karena ingin menemui Sri Sultan Hamengkubuwono X.

“Antrenya cukup lama, sampai dua bulan baru bisa bertemu. Itu pun tidak bisa minta foto. Tapi dari 298 kabupaten/kota, yang paling berkesan yakni Aceh karena saya kenal calon istri saya di sana,” ucapnya.

Sumber: Liputan6.com

Oleh Dian Kurniawan

 

loading...

Comments