KPK Sudah Periksa 74 Saksi Terkait Kasus Irwandi Yusuf

Jakarta,  Mercinews.com – Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap. Irwandi diduga menerima duit suap dari Bupati Bener Meriah nonaktif, Ahmadi sebesar Rp 500 juta. Uang itu merupakan bagian dari commitment fee Rp 1,5 miliar atau 10 persen demi mendapatkan ijon proyek infrastruktur yang menggunakan alokasi dana otsus.

KPK menduga bagian delapan persen diperuntukkan bagi sejumlah pejabat di provinsi, sedangkan dua persen di tingkat kabupaten. Bahkan sebagian dari duit suap Rp 500 juta itu diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018. Selain Irwandi dan Ahmadi, ada dua orang yang juga dijerat sebagai tersangka yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri.

Baca Juga:  Begini Kronologi OTT Gubernur Aceh, Bupati Bener Meriah dan 2 orang Swasta

Penyidik KPK terus melakukan pengembangan atas kasus yang menjerat orang nomor satu di Aceh itu. Penyidik secar marathon melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk orang-orang yang berada di lingkaran Irwandi Yusuf. Bahkan penyidik juga melakukan penggeledahan dibeberapa tempat, termasuk dinas-dinas di Aceh dan Bener Meriah.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penyidikan untuk pihak yang diduga sebagai pemberi suap terhada Irwandi Yusuf, telah dilakukan pelimpahan tahap dua sejak 31 Agustus 2018.

Baca Juga:  Irwandi Yusuf Jadi Tersangka, Ruang Kerja Gubernur Aceh Disegel KPK

“Selama penyidikan telah diperiksa sekitar 74 orang saksi dengan unsur yang berbeda-beda,” kata Jubir KPK Febri Diansyah, Senin (17/9).

Adapun yang sudah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK yakni Ketua Pokja XXXI, Staf Khusu Gubernur Aceh, Ajudan Bupati Bener Meriah, Ketua Pokja LXXXIII, Kabag Pemeliharaan Penyedia pada Biro ULP Pemprov Aceh, Ketua Pokja XLIX.

Baca Juga:  YARA Dukung KPK Berikan Status JC kepada Hendri Yuzal Staf Khusus Gubernur

Kemudian, Anggota TAPA, Wiraswasta, Ajudan Bupati Bener Meriah, Mantan Kadispora Aceh, Ajudan Bupati Bener MeriahStaf PUPR, Swasta, Kabag PP, Kepala Biro ULP, Plt Gubernur Aceh, Bendahara PT Tamithana, Ketua Pokja LXXV.

Kemudian, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Mahasiswa, Teller Kantor Cabang Bank Aceh Daud Beureeh, Advokat, Ketua Pokja LV, Ketua Pokja LXXXIV, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Staf Khusus Gubernur, PNS pada Dinas PUPR Aceh, dan Ketua Pokja XCVIII,

  • 129
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved