Mercinews

Pendidikan

Kursus Instruktur Muda Pramuka SMK Hindarkan Siswa Dari Pengaruh Narkoba

Instruktur Muda Pramuka 3 - Kursus Instruktur Muda Pramuka SMK Hindarkan Siswa Dari Pengaruh Narkoba

Banda Aceh, Mercinews.com – Dinas Pendidikan Aceh yang secara teknis dilaksanakan oleh Bidang Pembinaan SMK, menggelar kursus instruktur Muda Pramuka jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan berlangsung hingga 15 Oktober 2018 nanti.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, Kamis (11/10/2018) malam, di Hotel Grand Syariah, Lamdom, Banda Aceh, dinilai salah satu upaya Pemerintah menghindarkan siswa dari pengaruh Narkoba.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa saat ini pengaruh Narkoba terus mengkhawatirkan generasi bangsa di tanah air, tidak terkecuali di provinsi Aceh.

“Kegiatan ini untuk menyediakan ruang dan waktu sebanyak-banyaknya bagi pelajar agar terhindar dari pengaruh narkoba di kalangan siswa.Tentunya saya mengajak semua pihak secara bersama-sama menyelamatkan generasi Aceh dari pengaruh Narkoba,” ujar Kadisdik Aceh ini seraya mengajak.

Menurutnya, disamping kegiatan pramuka ditingkatkan lagi, pada setiap tahunnya Dinas Pendidikan Aceh juga akan melakukan tes urine pada setiap siswa kelas I SMA/SMK.

Masih kata Kadisdik Aceh, merujuk pada Permendikbud Nomor  39 Tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan. Kegiatan kesiswaan yang dilaksanakan di sekolah harus mampu menumbuhkembangkan karakter siswa yang religius, etis dan harmonis, nasionalis, bela negara, berilmu pengetahuan, berprestasi, perkembangan potensi, demokratis, pluralis, berbudaya dan melek sastra, peka lingkungan hidup dan sosial, kreatif, survival, sehat, bugar, adaptif, paham teknologi, dan komunikatif.

Baca juga:  373 Siswa SMK se-Aceh Ikut FLS2N Tingkat Provinsi

“Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksudkan dalam tujuan Pendidikan Nasional antara lain dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler,” kata Kadisdik.

Kegiatan ini, katanya lagi merupakan salah satu program pemerintah sebagaimana yang tertuang dalam Nawa Cita Presiden Republik Indonesia yaitu melakukan revolusi karakter bangsa yang berbunyi “Pendidikan sejatinya merupakan hakikat revolusi mental, yang bertumpu kepada pembangunan manusia yang berkarakter kuat, berpikir maju, berpadangan modern, serta berperilaku baik sebagai perwujudan warga negara yang baik”

“Mengingat Kepramukaan sangat berperan dalam membentuk karakter bangsa dan merupakan substansi dalam pembinaan kesiswaan, maka penting untuk membuka ruang  dan kesempatan bagi siswa-siswi untuk secara bersama-sama menemukan kembali, memberdayakan dan menumbuh kembangkan ilmu Kepramukaan  sebagai akumulasi dari kreativitas pembinaan kesiswaan yang dilaksanakan di tingkat sekolah,” sambungnya.

Diharapkan kepada siswa-siswi untuk dapat mengikuti dengan serius kegiatan tersebut, disiplin serta penuh tanggung jawab dan kepada seluruh instruktur dapat menuntaskan semua materi yang ada serta memberikan penilaian secara objektif tanpa memandang siapa dan dari mana peserta berasal.

“Dengan demikian akan lahir calon-calon instruktur muda yang handal, berbakat, cerdas dan berakhlak mulia,” harapnya.

Baca juga:  Ditjen Dikdasmen Sambut Baik Kurikulum Aceh

Pada waktu bersamaan, Kamis (11/10/2018) malam, di Hotel Grand Syariah, Lamdom, Banda Aceh, Kadisdik Aceh juga membuka Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan Siswa SMA tingkat Provinsi Aceh tahun 2018.

Kegiatan yang diikuti 23 regu dari 23 kabupaten/kota se Aceh akan berlangsung hingga 15 Oktober 2018 mendatang ini sebagai bentuk Pemerintah Aceh untuk terus berupaya meningkatkan wawasan kebangsaan bagi siswa di Aceh.Upaya peningkatan wawasan itu, selain dilakukan melalui pembelajaran di sekolah-sekolah, juga dilakukan dengan berbagai lomba, di antaranya cerdas cermat wawasan kebangsaan.

Sebelumnya pelaksana kegiatan Kursus Instruktur Muda Pramuka SMK Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Zulkarnaini, menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti oleh 207 orang perwakilan masing-masing SMK di Aceh.

“Peserta akan dibina oleh dewan juri/wasit.Pada kegiatan ini dewan juri/wasit berasal dari Kwarcab Banda Aceh, Aceh Besar dan Kwarcab Subulussalam,” kata Zulkarnaini menyebutkan.

Ia menambahkan, rincian kegiatan tersebut meliputi, pendekatan andrologi, yang erfokus pada pembelajaran diri interaktif progesif dengan melibatkan peserta secara langsung ilmu kepramukaan.

“Dan kegiatan di interaksi dengan masyarakat yang intinya untuk perkembangan pola pembinaan diri, satuan dan masyarakat,” tambahnya.[]

loading...

Comments
To Top