Mercinews


Wabup Abdya sambut Miftahul Jannah

BeautyPlus 20181018150407 save - Wabup Abdya sambut Miftahul Jannah

Blangpidie (Mercinews.com)- Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Muslizar. Mt menyambut kedatangan Miftahul Jannah. pejudo perwakilan Indonesia di Asian Para Games yang di diskualifikasi dari pertandingan Blind Judo kelas 52 kg dengan klasifikasi low vission saat hendak melawan pejudo Mongolia, Oyun Gantulga, di JIExpo Kemayoran Jakarta pada Senin (8/10/2018) lantaran tidak mau melepas jilbabnya, Kamis (18 /10).

Muslizar.mt dalam sambutan nya mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh Miftahul jannah adalah sesuatu yang sangat luar biasa. ini adalah keputusan yang sangat besar apalagi ia telah mempersiapkan untuk pertandingan ini sudah sangat lama dan pada akhirnha di diskualifikasi terkait hijab.

Baca juga:  Petani di Abdya keluhkan keterbatasan pupuk

“ini menyangkut dengan prinsip adap, etika dan merupakan suatu bukti allah yang mahakuasa dengan menjahui larangannya dan mentaati perintahnya”.
hari ini Allah membuktikan satu janji apa yang telah di lakukan dengan kemuliaan,tidak susah bagi allah untuk mengangkat derajat manusia. Katanya

Sementara itu direktur Ie Abdya Zulkarnain mangatakan tidak ada hal yang lebih banggakan yang ada hanya rasa haru atas sikap yang telah di lahirkan oleh miftahul jannah.

” Ini adalah srikandi kita, saya berharap untuk generasi baru agar supaya bisa mengikuti apa yang telah di lakukan oleh seorang miftahul”.

Baca juga:  Akses jalan menuju kantor Kodim di Abdya terancam ambruk

Zulkarnain juga menepati seperti janjinya beberapa rapa waktu dulu bahwa ia akan memberikan hadiah umroh, sedangkan wabup juga memberikan hadiah.

Pantauan Media ini di sepanjang jalan nasional Susoh-Blangpidie ratusan masyarakat antusias menyaksikan atlit kebanggan masyarakat Abdya ini.

Di acara ini turut hadiri oleh sekda abdya Thamrin, polres abdya Akbp.Andy Hermawan.S.ik,Dandim 0110 Abdya Letkol Arm Iwan Aprianto.sip,
Kadis pendidikan Jauhari,direktur ie abdya zulkarnain,perwakilan  MAA Aceh,syeh Sabirin,Kadis syariat islam,Rajuddin,camat Susoh, dan para asisten pemerintah.

loading...

Comments