Umum

FPI Singkil Nilai Pengerahan Personil Pengamanan Natal dan Tahun Baru Berlebihan

20181225 capturefpiada - FPI Singkil Nilai Pengerahan Personil Pengamanan Natal dan Tahun Baru Berlebihan
Ketua FPI Aceh Singkil Hambali

Singkil, Mercinews.com Ketua FPI Aceh Singkil Hambali meminta kepolisian tak berlebihan mengerahkan personil pengamanan Natal dan Tahun Baru di kabupaten itu.

“Pengerahan pasukan dalam jumlah banyak itu bisa merepresentasikan keadaan Aceh Singkil seolah-olah berada di zaman perang, yang mana bila umat Kristen natalan, dikhawatirkan umat Islam akan menyerang, sehingga perlu dijaga ketat,” kata Hambali, Selasa (25/12/2018).

Dia menilai, sejak pecah konflik bernuansa SARA pada13 Oktober 2015 lalu, hari-hari besar umat Kristen di Singkil selalu dijaga ketat aparat, terutama Polres Aceh Singkil dan Brimob.

Baca juga:  Ketua FPI Aceh: Jangan Kaitkan Teror Bom Bunuh Diri dengan Islam

Rumah ibadah sepanjang jalan dari Lipat Kajang menuju Danau Paris dijaga ketat Polisi bersenjata lengkap.

Di beberapa titik juga terdapat pos-pos polisi pengamanan Natal, juga siap dengan senjata lengkap. Beberapa gereja di Aceh Singkil sampai disisir oleh tim khusus penjinak.

“Ini bisa menjadi representasi negatif. Seolah-olah Singkil ada ribut-ribut. Seolah-olah umat Islam sangat berbahaya, mengganggu natalan,” katanya.

Dia juga membandingkan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru tak sebanding dengan pengamanan hari besar umat Islam.

Baca juga:  Ketua FPI Ajak Rakyat Aceh Kembali Angkat Senjata, Jika Pemerintah RI tak Realisasikan Hal Ini

“Kalau kaitannya dengan konflik lalu, sebetulnya umat Islam juga perlu dilindungi. Justru yang korban penembakan itu dari umat Islam,” kata Hambali.

Dia berharap pemerintah dan pihak keamanan dapat memperlakukan Singkil secara proporsional, sehingga kehadiran polisi membuat masyarakat berbeda agama merasa nyaman.

“Kita berharap untuk Singkil tidak berlebihan. Jangan lebay. Singkil ini aman. Tidak ada konflik, jangan perlakukan seperti tidak aman,” kata Hambali.

 

Sumber: Beritakini.co

Comments

Kabar Popular

To Top