Umum

Buang Sampah Sembarangan di Kota Banda Aceh Bakal Didenda Rp 10 Juta

1546486933163 - Buang Sampah Sembarangan di Kota Banda Aceh Bakal Didenda Rp 10 Juta

Banda Aceh, Mercinews.com – Pemerintah Kota Banda Aceh bakal menindak setiap orang atau badan yang ketahuan buang sampah sembarangan.

Penindakan bagian dari penegakan Qanun Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah.

Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan (DLHK3) Kota Banda Aceh juga telah mengedarkan sebaran ihwal pemberlakuan tindakan pidana itu. Ada dua klasifikasi pidana yang akan diberlakukan terkait hal ini.

Pertama adalah mereka yang membuang sampah tidak pada tempat yang tersedia, termasuk sampah kendaraan. Untuk klasifikasi ini akan dikenai sanksi pidana kurungan maksimal satu bulan atau denda maksimal Rp 10 juta.

Ancaman pidana lebih berat bagi yang membuang sampah spesifik ke TPA dan media lingkungan lainnya, mendatangkan sampah dari luar kota tanpa izin, membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah, mencampur sampah spesifik dengan sampah rumah tangga, dan memperjualbelikan kantong plastik dari jenis yang tidak ramah lingkungan.

Baca juga:  H-1 Idul Fitri 1439 H Amin-Zainal Pantau Harga Kebutuhan Pokok

Bagi pelanggar jenis ini akan dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari masyarakat, meski sebagian lainnya menilai denda yang dikenakan sangat tinggi.

Cut Badriah (52) warga Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh mengatakan, penindakan terhadap terhadap masyarakat yang buah sampah sembarangan merupakan kebijakan yang cukup baik, namun maksimal denda yang dikenakan sangat memberatkan. Hal itu, kata dia, akan menyulitkan bagi kalangan masyarakat kelas bawah.

Baca juga:  Buka Musrenbang Kota, Aminullah Minta SKPK Fokus Perangi Kemiskinan

Intan Qemal (22) warga Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee kareng juga merasa keberatan jika denda maksimal Rp 10 juta itu diterapkan.

“Gaji per bulan warga  Banda Aceh tak ada sampai segitu, seharusnya dendanya harus lebih masuk akal,” katanya.

Aldo (23) warga Gampong Alue Naga,Kecamatan Syiah Kuala mendukung langkah Pemko Banda Aceh tersebut. Dengan adanya sanksi, kata Aldo, akan memberikan efek jera bagi pelanggar.

Namun dia  meminta pemerintah juga harus lebih siap, terutama dengan menyediakan fasilitas pembuangan sampah di tempat umum.

Beritakini.co

loading...

Berikan Komentar

Kabar Popular