Mercinews


Bocah Gizi Buruk Akut di Aceh Utara Dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia

20190117 img 20190116 wa0012 - Bocah Gizi Buruk Akut di Aceh Utara Dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia
Intan Zahar, bocah di Aceh Utara yang mengalami gizi buruk

Kabaracehnews.com – Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, telah perintahkan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, untuk membawa Intan Zahar (4), anak penderita gizi buruk akut warga Desa Kuala Keureuto, Kecamatan Lapang, ke Rumah Sakit RSUCM Aceh Utara.

“Tadi malam saya perintahkan, agar dinas terkait segera membawa bocah tersebut ke rumah sakit secepatnya,” kata Muhammad Thaib alias Cek Mad itu.

Menurut laporan Dinkes Aceh Utara, anak itu pernah ditangani tahun 2016 dengan memberikan bantuan makanan tambahan selama tiga bulan. Selanjutnya awal 2018, juga diberikan bantuan makanan tambahan tiga bulan, karena faktor perkembangan pertumbuhannya kurang baik.

“Sepekan terakhir ini, anak itu mengalami demam, tidak mau makan, dan mengalami gatal-gatal. Jadi saya intruksikan untuk dirujuk observasi mendalam ke rumah sakit milik Pemkab Aceh Utara,” jelas Cek Mad.

Baca juga:  Pergi Cari Daun Kangkung, Suryati Ditemukan Tak Bernyawa di Irigasi Aceh Utara

Lebih lanjut Cek Mad menjelaskan, saat lahir anak itu juga mengalami demam. Namun baru dirujuk ke rumah sakit setelah orang tua keluar dari persalinan.

”Intinya dinas terkait bantu dan dampingi terus dalam penangananan kesehatan anak itu dengan serius. Tadi saya buat rapat khusus buat kasus itu,” imbuhnya.

Atas perintah pimpinan, Dinkes Aceh Utara di dampingi Camat Lapang, membawa bocah itu ke RSUCM, Kamis (17/1).

Camat Lapang, Surya Pachta, menyebutkan anak itu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis kembali pasca kondisi tubuhnya yang kian menurun. Sehingga, diharapkan anak itu bisa membaik.

Baca juga:  KPA D-III Pasee Santuni Bocah Penderita Tumor Ganas, di Paya Bakong

“Saat umur setahun anak itu sering step. Sehingga terjadi kelainan saraf, sampai sekarang tidak bisa berjalan dan berat badan tidak bertambah. Itu kasus gizi buruk lama dan sudah pernah dirujuk sampai ke Banda Aceh untuk scan saraf dan terapi,” kata Surya.

Dia mengklaim sejak bayi anak itu mendapat bantuan gizi dari Puskemas Lapang. Tetapi berat badannya tak kunjung bertambah. Dia menyebutkan penanganan puskesmas hanya saat ada demam, batuk dan komplikasi lainnya.

“Untuk memperbaiki saraf yang tidak berkembang, itu agak tidak memungkinkan. Meski begitu, kami lihat nanti bagaimana hasil penanganan medis lebih komprehensif di rumah sakit,” katanya.

 

loading...

Comments