Mercinews


Jam Malam Bakal Berlaku Bagi Remaja di Aceh Utara

IMG 20190120 150556 - Jam Malam Bakal Berlaku Bagi Remaja di Aceh Utara
[email protected] Foto

Aceh Utara, Mercinews.com – Wacana diberlakukannya aturan jam malam bagi remaja 17 tahun ke bawah yang sedang di godok oleh 32 perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Se- Aceh Utara. Rencana itu mendapat tanggapan dan respon positif dari sejumlah kalangan masyarakat Aceh Utara.

Rencana tersebut lahir dari gagasan 32 Ormas Se-Aceh Utara. Tujuannya untuk menyelamatka para generasi muda usia dini Aceh Utara, dari segala perbuatan kenakalan remaja, maksiat, narkoba dan prilaku seks menyimpang.

Para remaja 17 tahun ke bawah bakal dilarang berkeliaran dan nongkrong di warung serta cafe- cafe pada jam malam tertentu di Aceh Utara. Hal tersebut diungkapkan Sekjen Ormas Se-Aceh Utara, Tgk. Zulfhadli Al Wahidi di sela-sela kegiatan pertemuan silaturahmi ormas Se-Aceh Utara, Sabtu (19/1).

Baca juga:  Bawa Peluru aktif dalam Ransel Penumpang L-300 diamankan Polisi

Tgk. Zulfhadli atau kerap disapa Waled Landeng itu menyebutkan, pihaknya yang tergabung dari 32 Ormas se-Aceh Utara, sudah bermufakat untuk sebuah wacana diberlakukannya jam malam bagi remaja Aceh Utara usia 17 tahun ke bawah. Sejauh ini, kata Waled, pihaknya sudah mulai menyusun draf rancangan program yang nantinya akan diserahkan kepada Forkopinda Aceh Utara.

“Kami sudah buat nota kesepakatan bersama antara 32 ormas se-Aceh Utara, dalam beberapa draf rancangan intruksi bersama untuk diberlakukannya jam malam bagi remaja,” jelas Waled Landeng.

Lahirnya wacana diberlakukannya jam malam bagi remaja 17 tahun ke bawah, kata Waled, tidak terlepas dalam melakukan kordinasi bersama instansi terkait dan Forkopinda Aceh Utara. Bila wacana ini terealisasi dan terwujud, maka pihaknya akan mengawali dengan tahapan sosialisasi turun ke desa-desa.

Baca juga:  Pergi Cari Daun Kangkung, Suryati Ditemukan Tak Bernyawa di Irigasi Aceh Utara

“Apabila terlaksana, remaja 17 tahun ke bawah tidak boleh lagi berkeliaran di jam malam tanpa pedampingan orangtua,” imbunya.

Dirinya menambahkan, dalam realisasinya nanti juga akan dibuat sebuah kesepakatan, dimana akan ada sangsi bagi pemilik usaha cafe yang menampung anak-anak pada jam malam di usia belajar, dan sejauh ini respon masyarakat sangat positif

“Salah satu sangsinya yang diberikan kepada pemilik cafe yang melanggar adalah cabut izin usaha. Sejauh ini respon masyarakat sangat positif,” ujarnya,

Namun begitu, pihaknya berharap wacana tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat dalam upaya antisipasi sejak dini dalam menyelamatkan generasi penerus Aceh Utara.

Ajnn.net

loading...

Comments