Jam Malam Bakal Berlaku Bagi Remaja di Aceh Utara

[email protected] Foto

Aceh Utara, Mercinews.com – Wacana diberlakukannya aturan jam malam bagi remaja 17 tahun ke bawah yang sedang di godok oleh 32 perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Se- Aceh Utara. Rencana itu mendapat tanggapan dan respon positif dari sejumlah kalangan masyarakat Aceh Utara.

Rencana tersebut lahir dari gagasan 32 Ormas Se-Aceh Utara. Tujuannya untuk menyelamatka para generasi muda usia dini Aceh Utara, dari segala perbuatan kenakalan remaja, maksiat, narkoba dan prilaku seks menyimpang.

Para remaja 17 tahun ke bawah bakal dilarang berkeliaran dan nongkrong di warung serta cafe- cafe pada jam malam tertentu di Aceh Utara. Hal tersebut diungkapkan Sekjen Ormas Se-Aceh Utara, Tgk. Zulfhadli Al Wahidi di sela-sela kegiatan pertemuan silaturahmi ormas Se-Aceh Utara, Sabtu (19/1).

Baca juga:  Persatuan Pemuda Sawang Malaysia Bangun Rumah Janda Miskin Hasanah,

Tgk. Zulfhadli atau kerap disapa Waled Landeng itu menyebutkan, pihaknya yang tergabung dari 32 Ormas se-Aceh Utara, sudah bermufakat untuk sebuah wacana diberlakukannya jam malam bagi remaja Aceh Utara usia 17 tahun ke bawah. Sejauh ini, kata Waled, pihaknya sudah mulai menyusun draf rancangan program yang nantinya akan diserahkan kepada Forkopinda Aceh Utara.

Baca juga:  Ini Pesan Tgk Muhammad Nur di Masjid Baitul Waridi Nisam Antara

“Kami sudah buat nota kesepakatan bersama antara 32 ormas se-Aceh Utara, dalam beberapa draf rancangan intruksi bersama untuk diberlakukannya jam malam bagi remaja,” jelas Waled Landeng.

Lahirnya wacana diberlakukannya jam malam bagi remaja 17 tahun ke bawah, kata Waled, tidak terlepas dalam melakukan kordinasi bersama instansi terkait dan Forkopinda Aceh Utara. Bila wacana ini terealisasi dan terwujud, maka pihaknya akan mengawali dengan tahapan sosialisasi turun ke desa-desa.

“Apabila terlaksana, remaja 17 tahun ke bawah tidak boleh lagi berkeliaran di jam malam tanpa pedampingan orangtua,” imbunya.

Baca juga:  Wakil Bupati Aceh Utara Buka Diklat Prajabatan Dokter dan Bidan PTT

Dirinya menambahkan, dalam realisasinya nanti juga akan dibuat sebuah kesepakatan, dimana akan ada sangsi bagi pemilik usaha cafe yang menampung anak-anak pada jam malam di usia belajar, dan sejauh ini respon masyarakat sangat positif

“Salah satu sangsinya yang diberikan kepada pemilik cafe yang melanggar adalah cabut izin usaha. Sejauh ini respon masyarakat sangat positif,” ujarnya,

Namun begitu, pihaknya berharap wacana tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat dalam upaya antisipasi sejak dini dalam menyelamatkan generasi penerus Aceh Utara.

Ajnn.net

  • 104
    Shares

Berikan Komentar

Berikan Komentar Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Ikuti Facebook

Copyright © 2019 Mercinews.com. All Rights Reserved