Teuku Riefky minta masyarakat hati-hati dengan gerakan PKI

Blangpidie ( Mercinews.com) – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Teuku Riefky Harsya meminta agar masyarakat Aceh hati-hati dengan gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Ini harus kita antisipasi. Karena, sejak beberapa bulan terakhir ini, isu PKI mulai mencuat,” ujar anggota MPR-RI, Teuku Riefky Harsya di depan ratusan masyarakat Gayo saat menggelar empat pilar kebangsaan, Rabu (6/2) malam di salah satu hotel di Gayo Lues.

Menurut Riefky, menjelang Pilpres 2019, situasi politik nasional semakin menghangat. Bahkan kedua kubu saling tuduh sebagai antek Partai Komunis Indonesia membayangi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maupun Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Baca juga:  Teuku Riefky sebut Asian Games sebagai wadah pemersatu Indonesia

“Jadi, masyarakat jangan terjebak dengan manipulasi yang dilakukan PKI lewat klaim Pancasila dan isu antar-umat muslim,” pintanya.

Karena, lanjutnya, dalam sejarahnya, pemimpin PKI, Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit itu untuk mempengaruhi orang, ia mengaku dan menjunjung tinggi Pancasila.

“Jadi, jangan pernah tertipu. Seluruh umat, bukan hanya umat muslim, harus kompak menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Menurut, komunis itu tumbuh tahun 1914, peristiwa sejarah membuktikan bahwa paham komunisme masih eksis di tengah masyarakat.

Riefky meminta semua masyarakat berhati-hati akan bahaya laten dari komunis tersebut. Orang komunis ini sifatnya adalah militan, propaganda, fitnah segala macam.

Baca juga:  Teuku Riefky, Aceh provinsi yang memiliki adat istiadat yang beragam

“Itu makanya kita hati-hati. Bila dibiarkan, akan terjadi benturan, perang saudara. Karena, mereka (komunis) melakukan pergerakan dengan kekerasan, jika yang diinginkan tidak tercapai,” ucapnya.

Dia tambahkan, berdasarkan TAP MPRS XXV/ tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, sekaligus sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah negara republik indonesia.

Terhadap paham ini juga dilarang setiap kegiatan menyebarkan, atau mengembangkan komunis, marxisme-lenimisme.

“Jangan takut, selama landasan hukum itu belum dicabut, kita harus berani menghadapi komunis di Indonesia,” tegas politisi asal Aceh ini.

Untuk terjauh dari bahaya laten komunisme itu, Riefky berpesan kepada para peserta untuk tidak terjebak dengan rayuan kelompok orang yang ingin menyesatkan dan mempengaruhi untuk menghancurkan keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga:  Teuku Riefky, Aceh provinsi yang memiliki adat istiadat yang beragam

“Salah satu untuk mengatasi persoalan itu harus kita tanamkan empat pilar. Yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal,” katanya.

Karena, empat pilar itu, merupakan sebagai landasan berdirinya dan tegaknya bangsa Indonesia

Dalam sistem pemerintahan, lanjutnya, keempat pilar itu memiliki peran besar sebagai perwujudan persatuan bangsa dan  kegiatan sosialisasi itu sangat penting dan terus dilakukan.

“Atas dasar sejumlah persoalan itulah, empat pilar ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat,” tutupnya.

  • 977
    Shares

Berikan Komentar

Berikan Komentar Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Ikuti Facebook

Copyright © 2019 Mercinews.com. All Rights Reserved