Raja Arab Saudi Tegaskan Dukungan untuk Negara Palestina Merdeka

Raja Salman dan Presiden Palestina Mahmud Abbas saat bertemu di Riyadh (Palestinian President Office/Handout via REUTERS)

Riyadh, Mercinews.com – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud kembali menegaskan dukungan untuk Palestina. Ditegaskan Raja Salman bahwa Kerajaan Saudi berkomitmen untuk negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Seperti dilansir AFP, Rabu (13/2/2019), penegasan itu disampaikan Raja Salman saat bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmud Abbas, yang sedang berkunjung ke Riyadh pada Selasa (12/2) waktu setempat.

“Secara permanen mendukung hak-hak Palestina dan rakyatnya untuk sebuah negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota,” kata Raja Salman seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA).

Penegasan itu disampaikan Raja Salman saat Amerika Serikat (AS) — sekutu Saudi — mengindikasikan untuk mengajukan proposal upaya perdamaian antara Israel dan Palestina di konferensi perdamaian dan keamanan Timur Tengah yang digelar pekan ini di Polandia.Saat mengumumkan digelarnya konferensi itu bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bahwa menteri-menteri luar negeri dari berbagai negara akan hadir untuk membahas ‘pengaruh destabilisasi’ Iran di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  Presiden Palestina Mahmoud Abbas Dilarikan ke Rumah Sakit

Namun dengan kebanyakan negara-negara besar Eropa hanya mengirimkan perwakilan level rendah, AS dan Polandia sedikit mengubah agenda konferensi dengan menyebut pertemuan itu tidak hanya fokus pada Iran, tapi melihat secara luas isu-isu di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  Layang-layang Berapi Palestina Bikin Israel Kewalahan

Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump yang juga menjadi penasihat Gedung Putih, akan menyampaikan pidato langka dalam konferensi itu.

Disebutkan bahwa Kushner selama ini menyusun proposal upaya perdamaian Israel-Palestina yang dijuluki ‘kesepakatan abadi ini’ untuk Timur Tengah. Dia dilaporkan nyaris menyelesaikan proposal itu namun diperkirakan tidak akan mengungkapnya ke publik hingga 9 April mendatang, saat pemilu digelar di Israel.

Kushner yang keluarganya dekat dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ini, dijadwalkan akan mengunjungi kawasan Timur Tengah pada akhir bulan ini. Dalam rangkaian kunjungannya itu, Kushner diketahui juga akan mengunjungi Arab Saudi.

Baca juga:  Pasukan Israel Tembaki Demonstran Palestina, 2 Meninggal dan 415 Luka

Pemerintahan Trump menghadapi tugas sulit dalam mengajukan proposal upaya perdamaian kepada Otoritas Palestina, yang masih marah pada AS karena Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tahun 2017 lalu. Status Yerusalem diketahui menjadi sumber konflik antara Palestina dan Israel.

Otoritas Palestina yang menyebut konferensi di Polandia itu sebagai ‘konspirasi Amerika’, menolak untuk berunding dengan AS hingga negara itu memberlakukan kebijakan yang lebih seimbang untuk isu Palestina-Israel.

 

detik.com

  • 435
    Shares

Berikan Komentar

Berikan Komentar Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Ikuti Facebook

Copyright © 2019 Mercinews.com. All Rights Reserved