Mercinews

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Manusia Asal Pidie Jaya

1550835464273 - Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Manusia Asal Pidie Jaya
Tersangka sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Pidie. Foto: Salman

Pidie Jaya, Mercinews.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie, menangkap Cut Nurlina, warga Gampong Mesjid Trienggadeng, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Cut Nurlina adalah tersangka perdagangan orang dan perlindungan migran Indonesia.

Kapolres Pidie, AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasatreskrim AKP Mahliadi kepada Ajnn, Jumat (22/2) mengatakan, penangkapan terhadap Cut Nurlina itu berdasarkan Laporan Polisi :
LP/18/I/RES.1.16./2019/ACEH/RES.PIDIE/SPKT tanggal 24 Januari 2019. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan, hingga bermuara pada penangkapan Cut Nurlina di kediamannya di Gampong Mesjid Trienggadeng.

“Setelah kami lakukan penyelidikan, Polres Pidie melakukan penangkapan terhadap tersangka perdagangan orang dan perlindungan migran Indonesia di Gampong Mesjid Trienggadeng, Kamis 21 Februari 2019 sekira pukul 15.00 WIB,” kata AKP Mahliadi.

Mahliadi menceritakan, pada tanggal 20 Februari 2018, tersangka mencari pekerja untuk diberangkatkan ke Malaysia sebagai guru mengaji. Syarifah Mauliana, warga Gampong Lameu Meunasah Baro, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, mendapat kabar lapangan kerja tersebut dari saudaranya yaitu Syarifah Taibah.

Baca juga:  Penimbun Gas 3 Kg di Pidie Jaya Ditangkap Polisi

Selanjutnya, Syarifah Mauliana bertemu langsung dengan tersangka untuk membicarakan pekerjaan di negeri jiran tersebut. Tersangka yang kemudian mengetahui kalau korban lulusan serjana, kembali memberi angin segar dengan cara menjanjikan pekerjaan sebagai asisten pengacara.

Mendapat tawaran pekerjaan yang tergolong elit di Malaysia itu, Cut Mauliana tanpa pikir panjang langsung membuat dokumen berangkat ke luar negeri (paspor) di Banda Aceh, yang juga ditemani oleh anak tersangka.

Kemudian pada tanggal 2 Maret 2018, anak tersangka menjemput korban di Gampong Lameu Meunasah Baro, untuk diberangkatkan ke Medan. Satu hari berada di tempat penampungan di Medan, Mauliana kemudian di berangkatkan ke Malaysia lewat jalur laut melalui Dumai.

Baca juga:  Mobil Maling Celengan Masjid di Pidie Jaya Dibakar Massa

“Tersangka menunggu korban di Medan, Sumatera Utara. Dari rumah korban dijemput oleh anak tersangka, kalau ke Medan diantar oleh keponakan tersangka,” jelas AKP Mahliadi.

AKP Mahliadi melanjutkan, setiba di Malaysia korban dijemput oleh teman tersangka yang kemudian dibawa kerumah majikan untuk dipekerjakan sebagai pembantu. Namun Syarifah Mauliana mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dari majikannya.

“Korban yang tidak tahan dengan kondisi itu minta pulang ke Indonesia, mendengar pemintaan tersebut, majikan korban mengancam akan menjual korban atau akan membunuh korban. Korban yang mendapat perlakuan tidak manusiawi dari majikannya itu melaporkan peristiwa itu kepada keluarganya,” terangnya.

Mendapat informasi tersebut, lanjutnya, paman korban menghubungi temannya di Malaysia untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian Malaysia.

“Oleh karena kejadian tersebut korban merasa telah di tipu dan membuat laporan ke SPKT Polres Pidie,” imbuhnya.

Ajnn.net

loading...

Comments
To Top