Mercinews


Guru SD di Lhoksukon Ini Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap Polisi

IMG 20190228 155132 1 800x600 - Guru SD di Lhoksukon Ini Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap Polisi

Banda Aceh Mercinews.com – Syarifuddin (33 tahun), guru agama di SDN 14 Lhoksukon, Aceh Utara mengaku menjadi korban salah tangkap oleh oknum Sat Narkoba, Polres Aceh Utara, Kamis 21 Februari 2019 lalu di SPBU Lhoksukon, Aceh Utara.

Korban mengaku diseret-seret hingga mengalami luka di bagian lutut dan punggungnya.

Menurut Syarifuddin, kejadian itu bermula saat temannya ingin mengambil motornya kembali yang digadaikan kepadanya. Namun, tiba-tiba sejumlah pria memeriksanya, korban kemudian meronta-ronta saat ditangkap karena merasa tidak bersalah.

“Saya melawan, saya meronta-ronta karena saya merasa tidak bersalah,” ujarnya didampingi Ketua YARA, Safaruddin di Banda Aceh, Kamis 28 Februari 2019.

Kejadian itu sempat menyita perhatian warga yang sedang mengisi bahan bakar di SPBU setempat. Tak pelak, ada juga warga yang merekam kejadian tersebut dengan telepon genggam.

Baca juga:  YARA Jangan “Seret” Gubernur Aceh Setelah Kibarkan Bintang Bulan

Didampingi tim kuasa hukumnya dari YARA, Syarifuddin mengaku kejadian tersebut telah mencoreng namanya.Syarifuddin juga telah mengklarifikasi kejadian tersebut kepada Kasat Narkoba Polres Aceh Utara. Pihak kepolisian juga telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian itu.

Menurutnya, meskipun aparat kepolisian telah meminta maaf, namun stigma masyarakat korban dianggap telah bersalah.

Korban telah melaporkan oknum Sat Narkoba, Polres Aceh Utara ke Propam Polda Aceh, pagi tadi Kamis 29 Februari 2019 didampingi YARA.

Ketua YARA, Safaruddin mengaku, aksi salah tangkap kerap kali terjadi sehingga masyarakat menjadi korban. Sebab itu, dia berharap kasus seperti ini tidak lagi terulang dan aparat harus bekerja dengan profesional.

Baca juga:  Komnas Perempuan Kunjungi Polres Aceh Utara

“Kita harap laporan kita segera ditindak lanjuti,” ujarnya.

Kasat Narkoba, Polres Aceh Utara, AKP Ildani Ilyas saat dikonfirmasi awak media terkait kejadian itu mengatakan, awalnya pihaknya menerima informasi transaksi narkoba di SPBU setempat. Kemudian anggota Sat Narkoba segera melakukan penyelidikan.

Dia mengatakan, pihaknya tidak salah tangkap sebagaimana yang dilaporkan.

“Spontanitas anggota kita ke galon itu. Karena ada informasi transaksi sabu tukar guling dengan kereta gelap. Sepeda motor sempat diamankan, dan yang transaksi motor juga diamankan. Tapi yang lapor ke YARA itu melarikan diri,” ujarnya.

Aparat kepolisian juga telah melakukan mediasi dengan keluarga korban. Namun terkait laporan oleh YARA, Ildani mengatakan, pihaknya terbuka.

“Kita open saja, kita persuasif,” ujarnya.[]

Sumber: Mediaaceh.co

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.