Mercinews

Ekonomi

Proyek Pemecah Ombak di Krueng Sabe Aceh Jaya Dinilai Mubazir

1551410464313 - Proyek Pemecah Ombak di Krueng Sabe Aceh Jaya Dinilai Mubazir
Foto:Ajnn

Aceh Jaya, Mercinews.com – Proyek pembangunan pemecah ombak yang dibangun pada tahun 2016, yang berada di pantai Desa Dayah Baroe, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya dinilai sia-sia dan mubazir.

Pasalnya, bangunan pemecah ombak yang dibangun dengan bahan baku utama material batu gajah tersebut, selain mubazir juga dapat merusak pemandangan. Sehingga masyarakat sementar meminta untuk segera dilanjutkan atau dipindahkan ketempat lain.

“Saya belum mengetahui apa manfaat pembangunan itu dan belum ada dari pihak manapun yang memberikan informasi kepada kami tentang kegunaan bagunan tersebut,” kata Keuchik Gampong Dayah Baro, Afrizal Adam, Kamis (28/2).

Baca juga:  Tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf menargetkan 65 persen suara di Aceh Jaya

Afrizal juga mengungkapkan jika proyek pemecah ombak tersebut sudah terbengkalai sejak tahun 2016 dan hingga hari ini belum ada kabar kelanjutannya.

“Yang saya tahu proyek pemecah ombak itu dibangun pada tahun 2016, dan kami berharap dapat dilanjutkan,” ujar Afrizal.

Selain itu, ia menambahkan jika memang tidak dilanjutkan kembali, lebih baik proyek yang telah ada di pantai tersebut dipindahkan sehingga dapat memperindah pemandangan di seputaran di pantai ini.

“Tapi jika proyek pemecah ombak ini selesai, tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama nelayan diseputaran Lhok Calang untuk sandaran kapal nelayan, bahkan juga dapat dimanfaatkan bagi para pemanancing ikan,” ungkapnya.

Baca juga:  Lantik KPPA Aceh Jaya, Mualem serahkan Bendera Bulan Bintang

Sementara itu, Kabid Pelayaran Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Jaya, Mahdi mengaku tidak mengetahui apa tujuan utama proyek pemecah ombang tersebut.

“Saya tidak tahu apa tujuan utama pembangunan tersebut, apakah untuk dermaga ataukah untuk pariwisata, karena pembagunan tersebut di bangun sebelum saya bertugas dibidang ini,” Katanya.

Dirinya juga menuturkan, jika memang adanya masyarkat meminta pembangunan lanjutan, maka pihaknya akan memperjuangkannya jika memang telah masuk di musrembang.

“Kalau tidak masuk dimusrembang kami tidak dapat melakukan pengajuan,” jelas Mahdi.

loading...

Comments
To Top