Mercinews


Mahfud Md Lapor Polisi Gegara Tuduhan soal Mobil Camry

c60a2cec 6a91 469e 94d8 3473588956cd 169 - Mahfud Md Lapor Polisi Gegara Tuduhan soal Mobil Camry
Mahfud Md (Ari Saputra/detikcom)

Klaten, Mercinews.com – Tetiba Mahfud Md menyambangi Mapolres Klaten. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu berniat melaporkan kasus hoaks.

“Laporan terkait hoaks yang menyangkut saya. Dan ini, bagi saya, yang begini-begini ini tidak bisa dibiarin,” ucap Mahfud sebelum memasuki kantor polisi itu pada Jumat (1/3/2019).

Setelah beberapa saat berada di dalam kantor polisi, Mahfud menjelaskan tentang laporannya. Dia mengaku melaporkan akun Twitter @KakekKampret_ karena merasa dihina atas tuduhan menerima suap sebuah mobil Toyota Camry.

Akun Twitter itu bercuit dengan menanyakan apakah mobil Camry bernomor polisi B-1-MMD milik Mahfud merupakan hasil setoran dari seorang pengusaha besi di Karawang. Pengusaha itu disebut merupakan calon bupati dari PDI Perjuangan.

Meski cuitan itu berbentuk pertanyaan, Mahfud menilai hal itu adalah hinaan baginya. Hal itu dia anggap merupakan pelanggaran UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga:  Jika Terpilih, Prabowo Janji Larang Keluarga Cari Kekayaan dari Jabatannya

“Dalam kalimat itu bertanya, tapi ini nistaan. Sama dengan saya bertanya kamu berzina dengan ibumu apa benar? Itu kenistaan meskipun pertanyaan. Mengapa tidak berzina dengan mertuamu saja? Itu kan hinaan,” ujar Mahfud.

Saat mengetahui cuitan itu, Mahfud hanya memberi tanda like. Sebenarnya dia masih berharap pemilik akun meralatnya.

“Malah ditambahin tadi malam, sekitar jam tujuh atau jam enam muncul lagi. (Dia bilang) ‘Saudara Mahfud kenapa tidak dijawab’. Kurang ajar ini,” kata dia.

Dalam perjalanan menuju Polres Klaten, Mahfud juga sempat mengunggah beberapa cuitan yang mengatakan dia akan melaporkan akun itu ke polisi. Akun tersebut kemudian sudah nonaktif.

Baca juga:  Nasir Djamil: Sebut Aceh Islam garis keras, Mahfud MD harus minta maaf

“Kalau anda ikut follower saya, Anda tahu saya dikritik hampir setiap hari, tapi saya diam. Tapi ini hinaan, kalau kaya gini ini terkait harga diri saya. Saya itu pejuang antikorupsi, masa saya menerima setoran begitu,” kata Mahfud.

Mahfud kemudian mengatakan membeli mobil itu secara tunai. Dia membeli mobil itu saat menjelang masa pensiun di MK.

“Saya beli mobil itu tahun 2013, tiga hari sebelum saya pensiun dari MK, karena mobil saya akan ditarik oleh negara. Saya tarik uang saya untuk membeli mobil cash. Kenapa dikaitkan dengan pilbup yang terjadi tahun 2015, tidak ada hubungannya,” ujar Mahfud.
(dhn/zak)

 

Sumber:detikcom

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.