Mercinews


Korban Likuefaksi Gempa Palu Akhirnya Pindah dari Tenda Darurat

5c8a61bf 8d7c 4811 9a3c 8fd86fff3dca 169 - Korban Likuefaksi Gempa Palu Akhirnya Pindah dari Tenda Darurat
Huntara yang dibangun untuk korban gempa Palu (Foto: Istimewa/Kementerian PUPR)

Palu, Mercinews.com – Sebagian besar korban gempa dan likuefaksi Kelurahan Petobo, Kota Palu, mulai menempati hunian sementara(Huntara). Mereka sudah 5 bulan menempati tenda darurat sejak Gempa Palu, September 2018 lalu.

“Sudah menempati Huntara sekitar dua pekan lalu,” kata salah seorang pengungsi, Uno di lokasi pengungsian Petobo, yang dilansir dari Antara, Minggu (3/3/2019).

Huntara untuk korban gempa dan likuefaksi Petobo di bangun di sebelah Timur dari lokasi eks-likuefaksi Petobo, atau terletak di Jalan Jepang. Warga menempati Huntara berukuran 3,6 x 4 meter yang dibangun oleh pemerintah. Huntara tidak dapat dihuni atau di tempati oleh semua jiwa dalam satu keluarga, bila satu keluarga lebih dari tiga orang.

Baca juga:  MER-C Harap StatusTanggap Darurat Sulteng Tidak Terburu-buru Dicabut

“Saya sebagian barang-barang sudah di Huntara, sebagian masih di pondok (huntara yang dibangun sendiri oleh warga), ujar Uno.

Sementara itu, Pemerintah Kelurahan Petobo menyatakan, Huntara yang dibangun pemerintah dan pihak lainnya untuk korban gempa dan likuefaksi pada 28 September 2018 saat ini belum rampung 100%.

“Sebagian warga belum menempati Huntara karena masih dalam tahap perampungan pekerjaan konstruksi, kata Lurah Petobo, Alfin H Ladjuni, di Palu.

Baca juga:  Nova Iriansyah: Orang Aceh Perantau yang Sukses

Dia menjelaskan, baru sebagian kecil pengungsi setempat menempati Huntara disediakan pemerintah yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Dari data yang ada baru kurang lebih 900-an warga menempati Huntara dan sisanya masih bertahan di tenda-tenda darurat, ” ujar Alfin.

Dia mengatakan, Huntara yang dibangun pemerintah untuk korban likuefaksi Petobo sebanyak 85 unit atau 1.020 bilik. Alfin menyatakan, Huntara yang dibangun nanti untuk menampung 4.000 lebih korban likuefaksi Petobo..
(rvk/asp)

 

Sumber: detik.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.