Mercinews


Polres Aceh Barat Amankan Petugas Program Keluarga Harapan Gadungan

1551696062712 - Polres Aceh Barat Amankan Petugas Program Keluarga Harapan Gadungan

Kepala Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa menggelar jumpa pers terkait penangkapan pelaku penipuan terhadap penerima manfaat Program Keluarga Harapan.

Foto: Ist

Aceh Barat, Mercinews.com – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat mengamankan seorang wanita asal Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, berinisial NAY (27), yang diduga sebagai pelaku penipuan terhadap sejumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) kabupaten setempat.

Dalam aksinya itu, pelaku mengaku sebagai pendamping PKH. Berkat aksinya itu, pelaku berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp 3,8 juta.

Kepala Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa, mengungkapkan modus penipuan yang dilancarkan pelaku adalah dengan mengumpulkan buku tabungan dan anjungan tunai mandiri (ATM) milik KPM, dengan dalih untuk melakukan pemeriksaan saldo.

“Ketika minta ATM dan buku tabungan, pelaku mengaku sebagai pendamping PKH, sehingga para korban percaya. Setelah ATM dan buku tabungan diberikan, pelaku kemudian menguras tabungan para korban dan hanya tersisa saldo,” kata Kapolres, kepada wartawan, Senin (4/3).

Baca juga:  Pengadilan Negeri Meulaboh Bantah Batalkan Putusan MA

Bobby menyebut ada enam KPM yang menjadi korban dari aksi penipuan yang dilakukan oleh pelaku. Keenam korban tersebut yakni Muhammad Dahlan, Sapuan, Dhien, Azizah, Anisah, dan Asiah, yang merupakan KPM dengan kategori sebagai komponen Lanjut Usia (Lansia).

“Pelaku ditangkap di rumahnya, sebelum dilakukan penangkapan kami terlebih dahulu mengumpulkan barang bukti serta melakukan penyelidikan berdasarkan laporan korban,” ujarnya.

Penangkapan terhadap tersangka dipimpin oleh Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Woyla Barat, Inspektur Polisi Satu Supianto. Dimana kasus itu terungkap berawal dari Laporan KPM PKH asal Woyla Barat yakni Asiah.

Baca juga:  Ketua PNA Aceh Barat Dituding Pecat Pengurus Tanpa Sebab

“Untuk mengetahui ciri-ciri pelaku, kami mengumpulkan alat bukti salah satunya adalah rekaman CCTV dari pihak Bank BRI. Dari rekaman CCTV, pelaku melakukan penarikan di dua ATM yakni Unit Johan Pahlawan dan Unit Imam Bonjol,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, aparat kepolisian berhasil mengumpulkan buku rekening serta ATM milik korban. Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal pasal dijerat 378 juncto pasal 56 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman penjara maksimal empat tahun penjara.

Sumber: Ajnn.net

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.