Mercinews


Plt Gubernur Sebut Kesehatan Jadi Program Prioritas Pemerintah Aceh

HER 0097 e1551700685563 - Plt Gubernur Sebut Kesehatan Jadi Program Prioritas Pemerintah Aceh

Banda Aceh, Mercinews.com – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan isu
kesehatan merupakan  isu yang sangat penting dan mendapat perhatian dari
Pemerintah Aceh. Oleh sebab itu,  program kesehatan menjadi program utama dan
berada di atas program pendidikan dan lingkungan hidup.

“Karena apapun tidak dapat dilakukan tanpa adanya kesehatan,” kata Pelaksana
Tugas Gubernur Aceh saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda)
di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Senin (4/3).

Rakerkesda tersebut mengusung
tema “Kolaborasi Pemerintah Aceh, Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Kabupaten/Kota dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Menuju Aceh Sejahtera.”
Menurut Nova kualitas kesehatan di Aceh belum memuaskan, ada lima isu tentang
kesehatan yang saat ini ditangani Pemerintah Aceh.

Di antaranya, kata Nova,
pencegahan stunting, penanganan Penyakit Tidak Menular ( PTM),Tuberculosis
(TBC),peningkatan cakupan dan mutu imunisasi serta Angka Kematian Ibu dan
Angka Kematian Neonatal ( AKI- AKN).

“Untuk memperbaiki lima isu tersebut, langkah  yang kami lakukakan tidak hanya
melalui pengobatan, tapi juga melakukan pencegahan,” tutur Plt Gubernur.
Selain itu, kata Nova, pihak Pemerintah Aceh saat ini telah memberikan sistem
pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan standar yang ditetapkan
oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Pelayanan tersebut, sambung
Nova, tidak hanya di hadirkan di Provinsi saja tapi juga sampai ke pelosok desa.
Plt Gubernur mengatakan program JKA Plus merupakan tekad pihaknya untuk
memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berkualitas dan
masif. Meski demikian, dalam peningkatan kualitas kesehatan, Aceh masih kerap
menghadapi berbagai tantangan seperti kekurangan tenaga dokter, utamanya di
Rumah Sakit Daerah serta belum adanya tenaga medis yang memadai di
puskesmas.

Baca juga:  Pemerintah Aceh Serius Kembangkan Kerajinan Masyarakat

“Di tambah lagi, masih banyak kekurangan kesadaran masyarakat untuk menjaga
kesehatan. Selain stunting, Aceh juga rentang terkena penyakit jantung dan stroke,”
ujarnya.

Selanjutnya, Nova menuturkan, pihak Pemerintah Aceh juga sedang menyiapkan
dan menyusun aksi penanganan dan pencegahan untuk mendapat hasil yang lebih
baik dalam pembangunan kesehatan kedepan. Selain aksi pencegahan dan
penanganan, ia mengingatkan kepada seluruh stakeholder dalam bidang kesehatan
untuk memverivikasi data kesehatan. Sebab, data tersebut sangat menentukan
rencana, aksi dan tindakan agar bisa tepat sasaran.

Nova menilai bekerja di bidang kesehatan membutuhkan banyak hal, seperti nalar,
kerja keras, kesabaran dan keikhlasan. Oleh karenanya, atas nama Pemerintah
Aceh ia mengapresiasi semua langkah yang telah dilakukan oleh semua komunitas
kesehatan mulai dari pemerintah, TNI- Polri, lembaga nasional sampai lembaga
swasta.

“Saya berharap nanti ibu mentri menyampaikan langkah yang harus kami lakukan
untuk memperkuat pelayanan kesehatan sehingga visi misi Irwandi Nova dalam
mewujudkan program kesehatan bisa tercapai,” pungkasnya.

Baca juga:  Paripurna Interpelasi Gagal, Jubir: Seharusnya DPRA Bersikap Wajar

Menkes Raker Kesehatan di Aceh 2 - Plt Gubernur Sebut Kesehatan Jadi Program Prioritas Pemerintah Aceh

Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Moeloek, mengatakan
pihaknya tidak hanya ingin meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut, ia ingin usia kehidupan masyarakat Indonesia berkualitas.
Umur harapan hidup indonesia dari tahun 1990 sampai 2017 mengalami
peningkatan yakni 71,5 persen. Namun untuk Aceh, tutur Nila, usia harapan hidup
masih memperihatinkan karena di bawah presentase nasional, yakni 67,8 persen.

HER 9945 e1551700641853 - Plt Gubernur Sebut Kesehatan Jadi Program Prioritas Pemerintah Aceh

“Insya Allah Pak Plt Gubernur sangat mementingkan isu kesehatan,sehingga
outcome yang kita dapat adalah kesehatan yang berkualitas,” tutur nya.
Indonesia, kata Nila, angka kematian ibu masih tinggi dibandingkan Filipina, Vietnam
dan Singapura. Selain angka kematian ibu, tren status kekurangan gizi balita di Aceh
masih cukup tinggi. Menurutnya, semua pemangku kepentingan kesehatan harus
banyak melakukan konsultasi agar anak Aceh tidak  menderita stunting.
“Selain itu, Kita juga perlu memotivasi pencegahan terhadap penyakit diabetes,”
tutur Nila.

Nila mengajak seluruh stakeholder dalam pembangunan kesehatan untuk
menggaungkan gerakan masyarakat sehat (germas) serta penguatan layanan
kesehatan. Selain itu, untuk menguatkan mutu kesehatan di Aceh, pihaknya telah
mengirim tenaga medis serta berusaha untuk mengembalikan dokter spesialis ke
setiap kabupaten/kota.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.