Mercinews


Sayid Fadhil Gugat Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah

IMG 20190305 004608 - Sayid Fadhil Gugat Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah
Foto: Ajnn

Banda Aceh, Mercinews.com – Mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) Sabang, Sayid Fadhil menggugat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh, Senin (4/3).

Sayid Fadhil mengakui sudah mendaftarkan gugatan terhadap Plt Gubernur Aceh ke PTUN Banda Aceh, tetapi mengenai hal teknis Sayid menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum.

“Iya didaftarkan, namun mengenai teknisnya sudah serahkan kepada pengacara saya,” kata Sayid Fadhil kepada Ajnn, Senin (4/3).

Sebelumnya, Dewan Kawasan Sabang (DKS) mengeluarkan SK dengan Nomor 515/39/2019, tanggal 16 Januari 2019, surat itu ditandatangani langsung Plt Gubernur Aceh selaku Ketua DKS tentang pemberhentian Sayid Fadhil dan pengangkatan Razuardi sebagai Kepala BPKS yang baru.

Baca juga:  Nova: Penandatanganan MoU Antara Unsyiah dan PT. Aceh Nusa Indrapuri di Jakarta

Sementara itu, Kuasa Hukum Sayid Fadhil, Bahadur Satri membenarkan telah mendaftarkan gugatan terhadap Plt Gubernur Aceh ke PTUN. Namun gugatan mereka belum diterima PTUN karena kendala teknis.

“Iya kami menggugat ke PTUN tadi, tapi belum diterima pendaftarannya oleh pengadilan, ada kendala teknis sedikit. Hari Jumat nanti (9 Maret 2019) baru diterima pendaftarannya,” kata Bahadur Satri saat dikonfirmasi Ajnn.

Dalam gugatan itu, kata Bahadur, pihaknya meminta PTUN membatalkan Surat Keputusan (SK) Plt Gubernur Aceh tentang pemberhentian Sayid Fadhil dari Kepala BPKS Sabang.

Baca juga:  Plt Gubernur Aceh Resmikan Meunasah Muko Kuthang

Menurutnya, SK tersebut bertentangan dengan beberapa regulasi yang diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) dan juga berbenturan dengan surat Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kami minta membatalkan SK pemberhentian saudara Sayid Fadhil itu,” ujarnya.

Menurutnya, sikap Plt Gubernur Aceh mengeluarkan SK pemberhentian terhadap Sayid Fadhil tersebut dinilai sudah sewenang-wenang, karena tanpa adanya teguran terlebih dahulu. Mulai dari peringatan pertama sampai terakhir (ketiga).

“Cenderung sikap Plt Gubernur yang sewenang-wenang bertindak. Hanya dengan teguran pertama langsung diberhentikan terus,” jelas Bahadur.

 

Sumber: ajnn.net

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.