Mercinews

Nasional

Tim Penasihat Hukum Yakin Irwandi Yusuf Divonis Bebas

1551725110057 - Tim Penasihat Hukum Yakin Irwandi Yusuf Divonis Bebas
Foto: Detikcom

Jakarta, Mercinews.com – Tim Penasihat Hukum Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf, semakin optimistis kliennya terbebas dari jerat hukum KPK atas kasus dugaan suap alokasi dana otonomi khusus Aceh Tahun 2018. Menurut Penasihat hukum Irwandi, Santrawan Paparang selama persidangan digelar, saksi-saksi yang dihadirkan jaksa KPK tidak ada yang menyatakan Irwandi menerima aliran dana suap.

“Semua saksi yang disampaikan, yang dihadirkan juga entah itu Muyassir, entah itu Dailami, entah itu Fadilatul Amri, entah itu Ahmadi, mengatakan tidak pernah Pak Irwandi Yusuf meminta uang. Ini harus dipahami. Bukan tidak mungkin seharusnya JPU mengajukan tuntutan bebas kepada beliau,” kata Santrawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Baca juga:  Irwandi Yusuf: “Mau apa mereka jika saya bilang iya, atau Saya bilang nggak?

Nama-nama saksi dimaksud yakni Muyassir dan Dailami, selaku ajudan Bupati nonaktif Bener Meriah Ahmadi, Bupati Bener Meriah, Ahmadi, dan Keponakan terdakwa Teuku Saiful Bahri, Teuku Fadilatul Amri. Bahkan sejumlah kepala dinas terkait di pemerintahan Aceh saat Irwandi menjabat mengatakan tak pernah ada perintah dari Pak Irwandi Yusuf untuk minta minta uang untuk alokasi DOKA.

Santrawan menjelaskan, saksi-saksi yang dihadirkan ke persidangan pada prinsipnya tak bersentuhan langsung dengan Irwandi Yusuf. Menurut dia, saksi-saksi itu hanya mengatakan di antara mereka ada Muyassir, Ahmadi, dan Dailami. “Dan proses penyerahan uang hanya mencakup di level itu-itu saja antara Muyassir dengan Teuku Fadilatul Amri atau Fadil,” ujarnya.

Baca juga:  Di Masjid Raya Ratusan Anak Yatim Doakan Irwandi Yusuf, Tolong Lepaskan ayah Kami

Pada perkaranya, Irwandi Yusuf didakwa menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi sebesar Rp1,05 miliar. Uang itu diberikan supaya Irwandi menyerahkan proyek-proyek di Kabupaten Bener Meriah yang dibiayai Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) ke pengusaha-pengusaha asal Bener Meriah. Uang suap diterima Irwandi terdeteksi lantaran sebagian mengalir untuk menalangi persiapan Aceh Marathon. Jaksa KPK juga menyebut Irwandi telah terima gratifikasi sekitar Rp 42 miliar selama menjabat gubernur.

Penulis Redaksi
Rubrik Nasional, Hukum
Sumber viva.co.id

loading...

Comments
To Top