Mercinews


Steffy Burase: Insya Allah bapak pulang dalam keadaan sehat walafiat

Capture - Steffy Burase: Insya Allah bapak pulang dalam keadaan sehat walafiat
Sumber IG Steffy Burase

Banda Aceh, Mercinews,com – Steffy Burase salah satu staff Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf secara mendadak memposting postingan pada media sosialnya terkait kasus yang menjerat Irwandi Yusuf.

Dalam postingan tersebut, yang di posting oleh Steffy Burase pada Kamis 07 Maret 2019 menuliskan bahwa Irwandi Yusuf segera pulang ke Aceh dengan Selamat.

Steffy Burase yakin Irwandi segera divonis bebas oleh pengadilan atas kasus tuduhan korupsi alokasi dana otonomi khusus Aceh.

berikut postingan Steffy Burase untuk Irwamdi:

Inshaa Allah Bapak pulang dalam keadaan sehat walafiat😇 kalau Allah berkehendak, sehebat apapun manusia ingin menghancurkan, sesakti apapun, manusia itu Allah yang ciptain, orang berkuasa lupa kalo dunia ini di tangan Allah. Jangan lupa, manusia hanyalah manusia, apapun pangkat Dan jabatanmu, kita semua sama🙂🙃.

 

Tidak hanya itu, Tim Penasihat Hukum Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf, semakin optimistis kliennya terbebas dari jerat hukum KPK atas kasus dugaan suap alokasi dana otonomi khusus Aceh Tahun 2018.

Menurut Penasihat hukum Irwandi, Santrawan Paparang selama persidangan digelar, saksi-saksi yang dihadirkan jaksa KPK tidak ada yang menyatakan Irwandi menerima aliran dana suap.

“Semua saksi yang disampaikan, yang dihadirkan juga entah itu Muyassir, entah itu Dailami, entah itu Fadilatul Amri, entah itu Ahmadi, mengatakan tidak pernah Pak Irwandi Yusuf meminta uang.

Baca juga:  Irwandi Yusuf Klaim Bikin Aceh Marathon karena Keluhan Jokowi

Ini harus dipahami. Bukan tidak mungkin seharusnya JPU mengajukan tuntutan bebas kepada beliau,” kata Santrawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Bahkan sejumlah kepala dinas terkait di pemerintahan Aceh saat Irwandi menjabat mengatakan tak pernah ada perintah dari Pak Irwandi Yusuf untuk minta minta uang untuk alokasi DOKA.

Untuk Diketahui, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf kini berurusan dengan KPK. Orang nomor wahid di Tanah Rencong itu terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua hari sebelum genap setahun menjabat.

Irwandi dilantik menjadi gubernur untuk periode kedua pada Rabu (5/7/2017) lalu. Dia diambil sumpah dalam sidang istimewa pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh dipimpin Ketua DPRA Tgk Muharuddin.

Pengucapan sumpah Irwandi yang berpasangan dengan Nova Iriansyah ini dipimpin Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Usai dilantik, pasangan Irwandi dan Nova kemudian dipeusijuek (ditapung tawari) oleh Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud.

“Hari ini saya kembali berdiri di sini untuk menyatakan sumpah dan menerima pelantikan selaku Gubernur Aceh, dan bersama Wakil Gubernur Aceh Bapak Nova Iriansyah akan menjalankan amanah yang cukup berat dalam memimpin Aceh selama lima tahun ke depan,” kata Irwandi dalam sambutannya ketika itu.

Baca juga:  Gubernur Irwandi Yusuf Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Pelantikan Irwandi yang digelar di Banda Aceh ini tergolong istimewa. Soalnya, Presiden Joko Widodo datang ke lokasi untuk memberikan ucapan selamat. Saat itu, Presiden Jokowi berada di dalam gedung sekitar 5 menit. Setelah itu dia langsung balik.

Waktu itu, Jokowi transit di Aceh dalam kunjungannya menuju ke Ankara Turki. Pesawat kepresidenan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh untuk mengisi bahan bakar. Nah, momen itulah yang dijadikan Jokowi untuk memberi ucapan selamat kepada gubernur yang dikenal jago bawa pesawat terbang tersebut.

Dua hari menjelang genap setahun memimpin, Irwandi terjaring OTT KPK di Pendopo Gubernur, Selasa (3/7) malam. Penangkapan ini mengagetkan banyak pihak. Usai ditangkap, Irwandi sempat diamankan di Mapolda Aceh dan hari ini dibawa ke Jakarta.

KPK menyebut total uang yang disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Aceh yaitu Rp 500 juta. Ada dugaan duit tersebut berkaitan dengan dana otonomi khusus (otsus) Aceh.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.