Mercinews


Darwis Jeunib: Bek Peukaru Gob, Bek Paksa Gob

20190308 053340 - Darwis Jeunib: Bek Peukaru Gob, Bek Paksa Gob
Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Bireuen, Teungku Darwis Jeunib /[email protected]/

Bireuen, Mercinews.com – Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Bireuen, Teungku Darwis Jeunieb, Kamis (7/3/2019) memerintahkan kepada seluruh jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) agar tidak mengganggu siapapun pada pemilu 2019. Serta jangan sampai anggota KPA diperalat oleh orang tertentu untuk melanggar hukum.

Menurut Darwis Jeunieb pemilu 2019 harus didukung agar berjalan secara lancar dan berkualitas. Untuk itu perbedaan pilihan politik haruslah dihormati sebagai kemerdekaan menentukan pendapat.

Darwis mengatakan, setiap orang tidak perlu memaksakan orang lain untuk memilih orang tertentu. Karena setiap pemilih sudah punya kriteria sendiri orang yang akan dipilih. Untuk itu yang paling menentukan adalah kemampuan untuk mendekatkan calon yang diusung dengan pemilih.

Baca juga:  Terkait larangan meliput rekapitulasi suara, ini penjelasan Panwaslih Aceh Jaya

Ia juga berpesan kepada jajaran KPA dan kader Partai Aceh untuk menghormati perbedaan. Tidak semua orang akan memilih PA. Untuk itu tidak perlu memaksa orang lain untuk memilih PA atau orang tertentu di PA.

“Bek peukaru gob, bek paksa gob. Mandum na hak pileh. Ureung KPA bek jeut keu geulawa gob,” ujar mantan kombatan GAM itu.

Baca juga:  Aksi Sandi Kibaskan Bendera NU Jadi Kontroversi Baru

Dalam kesempatan itu Darwis mengatakan memenangkan caleg PA adalah harga mati. Tapi tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang merusak demokrasi. Kader dan simpatisan PA harus bekerja elegan dalam rangka memenangkan caleg yang diusung.

“Carilah simpati rakyat dengan cara elegan. Jangan paksa orang lain memilih kita. Serta jangan paksa orang lain mengubah pilihannya. Intinya hormatilah perbedaan ini, karena dalam demokrasi, mustahil tak ada perbedaan,” kata Darwis.

By Muhajir Juli
Sumber: ACEHTREND.COM

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.