Mercinews


Wapres JK ingatkan media massa tidak boleh berpihak

D1724259 46BF 4A03 A823 404E26819CD5 - Wapres JK ingatkan media massa tidak boleh berpihak
Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri peluncuran Pikiran Rakyat Televisi di Hotel Savoy Homann Bandung, Jawa Barat, Minggu (17/3/2019). (Foto: Fransiska Ninditya)

Bandung, Mercinews.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan kepada seluruh pelaku media di Tanah Air untuk bersikap obyektif dan tidak berpihak karena media massa berperan penting dalam mengubah perilaku sosial masyarakat.
“Satu syarat utama daripda semua media yaitu obyektivitas, kenapa? Karena begitu media berpihak, maka orang tidak akan melihat. Media akan mengubah perilaku, pikiran dan pandangan masyarakat,” kata Wapres saat menghadiri peluncuran Pikiran Rakyat Televisi di Hotel Savoy Homann Bandung, Jabar, Minggu.

Kebebasan berekspresi di media saat ini, lanjut JK, jauh lebih baik ketika di zaman dahulu. Pada masa orde baru, media yang tidak sejalan dengan arah pemerintah maka dengan mudah dapat dibredel oleh penguasa.

Baca juga:  Relawan Jokowi Siapkan Rp 100 M bagi Penemu Bukti Prabowo Dicurangi

“Tapi sekarang dalam alam demokrasi kita, media berkembang dengan bebas, dengan baik, selama dia obyektif, dapat memberikan informasi yang independen, baik dan benar,” tambahnya.

Selain obyektivitas, media massa juga harus mengedepankan prinsip kecepatan dalam menyajikan informasi berita untuk publik, tutur Wapres.

Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap berita menjadi lebih cepat dibandingkan masa sebelumnya.

“Menurut survei, generasi muda milenial hampir tidak membaca koran, tapi melihat televisi dan gadget (gawai). Jadi sekarang bukan lagi kita mencari berita l, tapi sekarang berita mencari kita,” ujarnya.

Baca juga:  Heboh, 'Prabowo Sandi' Terpampang di Running Text SD di Tasikmalaya

Kedua prinsip tersebut menjadi penting diterapkan di seluruh media massa, khususnya media arus utama, karena menjadi solusi atas maraknya hoaks di media alternatif.

“Oleh karena itu media (arus utama) tetap akan bisa mempengaruhi pandangan masyarakat, walaupun ada juga media sosial yang tentu juga ada di antara kita semua,” ucapnya.

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
(ANTARA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.