Mercinews


Ma’ruf Amin: Mana Bisa Ahok Gantikan Saya, Ada Mekanismenya

1553597781646 - Ma'ruf Amin: Mana Bisa Ahok Gantikan Saya, Ada Mekanismenya
Ma'ruf saat pengajian (Foto: Lisye Sri Rahayu)

Purworejo, Mercinews.com  – Cawapres Ma’ruf Aminmenepis kabar liar soal Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akan menggantikan dirinya apabila terpilih menjadi wakil presiden nanti. Ma’ruf mengatakan proses pergantian itu mempunyai mekanisme tersendiri.

“Maruf Amin sudah tua katanya mau diganti Ahok. Orang ganti itu ada mekanismenya ada sistemnya,” ujar Ma’ruf saat ceramah di Masjid Shidiq Zarkasyi, Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2019).

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menilai Ahok tidak bisa menjadi wakil presiden sebab pernah menjadi narapidana. Dia kemudian menyindir orang-orang yang menyebarkan kabar hoax tersebut.

Baca juga:  Survei Alvara: Gatot Bakal Cawapres Elektabilitas Tertinggi

“Apalagi Ahok susah pernah dipenjara tidak mungkin jadi wakil presiden. Akalnya kemana ente? Kok beloonnya nggak habis-habis,” kata dia.

Ma’ruf menuturkan banyak orang mengatakan bahwa sebentar lagi dia akan mati. Bagi Ma’ruf, kematian itu merupakan urusan Allah SWT.

Dia lalu berkelakar jika ajal sudah menjemputnya berarti akan ada yang menggantikannya sebagai wapres. Namun jika Joko Widodo yang meninggal, otomatis Ma’ruf akan maju sebagai presiden.

“Lalu dibilang sebentar lagi saya mati. Lah urusan mati itu bukan soal tua atau muda. Kalau saya mati duluan ya ganti wakilnya. Tapi Kalau pak Jokowi mati duluan saya yang ganti jadi presiden kan, he-he (Tepuk tangan hadirin),” canda Ma’ruf.

Baca juga:  Ini Kata Aktivis Kemanusiaan Ira Hadiati Tentang Alasannya Maju ke DPR RI

“Soal tua muda dan mati itu urusan Allah. Ma’ruf Amin kan sudah tua. Siapa bilang saya muda? nggak ada. Semua orang juga tahu, istrinya yang muda katanya, he-he,” lanjutnya.

Ma’ruf menegaskan semua kabar yang beredar itu pun berita bohong alias hoax. Dia berharap masyarakat tidak mudah tertipu dan terprovokasi.

“Jadi isu-isu ini fitnah. Oleh karena itu kita insya Allah masyarakat tidak akan tertipu, terprovokasi,” tegasnya.

loading...

Comments