Mercinews


Cicipi Kuah Beulangong, Wisatawan Asal Swiss: Mangat, Loen Galak That

1554041491518 - Cicipi Kuah Beulangong, Wisatawan Asal Swiss: Mangat, Loen Galak That
Wisman asal Swiss sedang mengaduk kuah beulangong di lokasi Festival Kuah Beulangong di Kota Sabang. Foto: AJNN.Net/Fajri

Sabang, Mercinews.com – Kuah Beulangong, masakan daging yang diracik dengan cara yang sudah sangat khas sejak zaman dulu ini memang begitu diminati oleh masyarakat Aceh. Selain rasanya yang enak, baunya pun juga tak kalah menggiurkan.

Ternyata, kuah beulangong ini bukan hanya terasa lezat dilidah masyarakat Aceh saja. Melainkan juga sangat diminati oleh wisatawan mancanegara, mereka merasakan kelezatan makanan khas Aceh tersebut.

Gian Luca misalnya, wisatawan asal negara Swiss ini sangat menyukai kuah beulangong. Bahkan setiap pulang ke negara nya, dan saat kembali ke Sabang, ia selalu ingin merasakan kuah beulangong.

Baca juga:  Sabang Dua Kali Diguncang Gempa Hari ini

Hal itu diungkapkan langsung Gian Luca kepada awak media saat mengunjungi dan mencicipi makanan khas Aceh ini di arena Festival Kuah Beulangong di depan Kantor Wali Kota Sabang, Minggu (31/3).

“Saya rindu ketika pulang ke Swiss, waktu balik kesini lagi langsung makan kuah beulangong,” ujarnya.

“Kuah Beulangong mangat that, loen galak that (kuah beulangong enak sekali, saya sangat suka),” ungkap Gian lagi.

Gian merasa senang sekali melihat adanya perlombaan masak kuah beulangong ini. Menurutnya, semua orang bangga dengan makanan khas Aceh ini, sehingga dilaksanakan kegiatan untuk menunjukkan cita rasa masakan masing-masing.

Baca juga:  Jaga Kedaulatan NKRI, TNI-AL Kerahkan Tiga Kapal Perang di Sabang

“Hebat, lihat semua orang ikut lomba, dan makan kuah beulangong,” imbuhnya.

1554042054001 - Cicipi Kuah Beulangong, Wisatawan Asal Swiss: Mangat, Loen Galak That

Ribuan warga Kota Sabang memadati pesta perlombaan masak Kuah Beulangong. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

Gian juga menilai, kuah beulangong ini merupakan makanan kari yang khusus, rasa karinya berbeda dengan rasa di Sumatera Seletan, Jawa dan bahkan Malaysia maupun Thailand.

“Kayak kari khusus sini. Sangat terasa diujung lidah, rasa kelapanya memang terasa sangat beda,” pungkas Gian

Di lokasi festival, Gian bersama rekan-rekannya terlihat begitu senang, mereka mengikuti kegiatan kuah beulangong ini hingga selesai, dan terakhir mereka juga ikut makan bersama dengan warga Kota Sabang.

Ajnn.net

loading...

Comments